BI Sulteng: Pengerjaan huntap diharap libatkan warga lokal

id BI Sulteng,Sulteng,Sulawesi Tengah ,Huntara,Hunian Sementara ,Huntap,Hunian tetap

Sejumlah relawan membangun hunian sementara (huntara) bantuan Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi korban gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/10/2018). Hunian sementara itu nantinya akan ditempati oleh para korban yang kehilangan tempat tinggal sembari menunggu memiliki hunian tetap. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pras.

Palu (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi diharapkan melibatkan warga korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi dalam mengerjakan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) agar lapangan kerja terbuka lebih lebar untuk warga setempat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng Miyono mengakui pengangguran terbuka menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi kepala daerah usai diluluhlantakkan bencana pada 28 September 2018.

"Pengerjaan pembangunan huntara dan huntap dengan melibatkan warga lokal diharapakan menjadi solusi mengatasi pengangguran terbuka di Kota Palu , Sigi dan Donggala pascabencana sehingga mereka tetap bisa mendapatkan pemasukan," kata Miyono dalam jumpa pers ekonomi dan keuangan regional periode November di Vila Sutan Raja Palu, Kamis petang.

Meski belum mendapat data pasti jumlah pengangguran terbuka di tiga daerah terdampak bencana, Miyono yakin tingkat pengangguran mengalami peningkatan seiring masih banyaknya tempat-tempat usaha yang belum dan tidak beroperasi seperti warung makan, restoran dan hotel .

"Gubernur, Wali Kota dan Bupati harus berada di garda terdepan dan berperang penting dalam menormalkan kondisi perekonomian di Sulteng pascabencana. BI (Bank Indonesia) siap dan akan membantu pemerintah daerah,"ujar Miyono.

Dalam kesempatan itu Miyono menjelaskan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 3,8 persen pada Agustus 2017 menjadi 3,4 persen di bulan Agustus 2018. Penurunan itu terjadi seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja terutama di sektor industri pengolahan.

"Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 14,1 persen pada Maret 2017 menjadi 14 persen di bulan Maret 2018 seiring dengan makin terkendalinya inflasi. Sementara itu rasio gini Sulteng pada Maret 2018 tercatat 0,34. Semakin membaik jika dibandingkan posisi Maret 2017 yakni 0,35," jelas Miyono.

Di Kota Palu sebanyak 700 unit huntara tengah dikebut penyelesaian pengerjaanya sebab Pemerintah Kota Palu menargetkan sebelum masa transisi darurat ke pemulihan berkahir (25/12) nanti, tidak kurang 40 ribu pengungsi sudah dapat menempati huntara yang tiap unitnya diisi 12 bilik. Tiap bilik dapat menampung empat sampai lima orang tiap keluarga.

Pembangunan huntara di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu melibatkan relawan dari berbagai lembaga dan yayasan kemanusiaan darai dalam dan luar negeri serta warga lokal.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar