MUI : islam anjurkan sabar ketika mendapat bencana

id zainal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg (Antaranews Sulteng/istimewa/)

Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita, menganjurkan kepada kita untuk bersabar saat dan menghadapi bencana
Palu, Sulawesi Tengah, (Antaranews Sulteng) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg mengemukakan Islam menganjurkan pemeluknya untuk besabar saat mendapat bencana.

"Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita, menganjurkan kepada kita untuk bersabar saat dan menghadapi bencana," ucap Prof Zainal Abidin Abidin MAg terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis.

Karena itu, sebut dia, bersabar menghadapi bencana merupakan salah satu sikap yang patuh untuk diteladani bagi masyarakat, utamanya Umat Islam.

Suatu bencana, urai dia, dapat diterjemahkan, atau diartikan sebagai suatu ujian atau cobaan yang diberikan oleh sang pencipta kepada umat tertentu.

Terkait dengan ujian, ia menjelaskan, patut memanjatkan syukur atau bersyukur karena dibalik ujian, ada nikmat yang besar yang hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya.

"Nabi juga menganjurkan kepada kita, untuk bersyukur atau memanjatkan syukur kepada sang pencipta saat mendapat nikmat," sebut Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu.

Dia contohkan, seperti siswa atau pelajar yang ingin naik kelas. Maka harus mengikuti proses ujian terlebih dahulu.

Hal ini, menurut Rois Syuria Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah itu sejalan dengan Firman Allah dalam Al Quran bahwa dibalik kesengsaraan atau kesusahan, akan ada kemudahan.

"Warga bersabar dan tabah, serta berserah diri pada Allah. Di balik kesengsaraan ada kemudahan," ucap Zainal Abidin.

Pernyataan Prof Zainal Abidin itu mengutip Surah Asy-Syarh Ayat 5 yang berbunyi "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan". Kemudian diulangi lagi dalam ayat 6 surah tersebut berbunyi "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan".

Karena itu, sebut dia, masyarakat harus sabar dan tabah. Karena apapun atau semua yang bergerak di langit dan bumi tidak terlepas dari kehendak, izin dan aturan sang pencipta.

"Daun saja yang jatuh, tidak terlepas dari ketentuan Allah," sebut Rektor pertama IAIN Palu itu.

Oleh karena itu, sebut dia, gempa bumi yang terjadi merupakan bagian dari kehendak sang pencipta. Namun, ia menegaskan, sang pencipta tidak benci, tidak marah kepada manusianya yang menmpati bumi-nya.

Apapun itu, peristiwa Jumat 28 September 2018 petang itu pasti ada hikmahnya, dan akan di balas dengan nikmat Allah yang tinggi.

"Karena itu untuk mencapai hikmah dan nikmat itu, sebaiknya kita bersama-sama mendekatkan diri kepada sang pencipta. Meninggalkan segala perbuatan dan tindakan yang bertentangan dengan aturannya," imbuh Guru Besar Pemikiran Islam Modern IAIN Palu itu.
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar