Konsumsi BBM di Palu semakin melonjak

id Bbm, SPBU, pertamina

Ilustrasi, situasi pengisian BBM di Palu (Antaranewa Sulteng/Moh. Ridwan)

Palu (Antaranews Sulteng)  - PT Pertamina (Persero) menyebut konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palu,  Sulawesi Tengah semakin melonjak karena sangat dibutuhkan masyarakat. 

"Konsumsi BBM terus bergerak naik, sehingga BBM di SPBU kadangkala cepat habis," kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII Sulawesi M Roby Hervindo saat di hubungi di Palu, Minggu. 

Roby menjelaskan, penyaluran rata-rata harian BBM jenis premium dan solar subsidi ke wilayah Palu pada November 2018 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding Oktober 2018. 

Pertamina MOR VII mencatat, lonjakan premium terjadi hingga125 persen atau sebesar 165.000 liter per hari dibanding penyaluran Oktober 2018 hanya 65.000 liter per hari.

"Sementara penyaluran BBM jenis solar meningkat tiga persen atau sebesar 98.000 liter per hari pada November dibanding bulan sebelumnya 93.000 liter per hari," ungkapnya. 

Sedangkan konsumsi BBM nonsubsidi juga menunjukkan kenaikan yang cukup baik, seperti pertamax, pertamax turbo, pertalite, pertamina dex dan dexlite tercatat sebesar lebih dari lima persen atau sebesar 59.185.000 liter pada Jani- November tahun ini. 

"Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017, konsumsi BBM berkualitas di Palu hanya 56.106.000 liter,"ujarnya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyaluran BBM ke SPBU sudah dijadwal berdasarkan perhitungan konsumsi konsumen di SPBU, ketika terjadi peningkatan konsumsi maka stok menipis, padahal belum jadwal pengisian kembali. 

"Nah, ini yang mengakibatkan pengisian kembali di SPBU tidak secepat jadwal biasanya, kalau situasi seperti itu tentu harus diatur ulang jadwal mobil tanki," tuturnya. 
Baca juga: Pertamina akui keterlambatan penyaluran BBM di SPBU
Baca juga: Program BBM satu harga Sigi terhambat bencana
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar