Bulog Sulteng gagal penuhi target pengadaan beras

id bulog,panen

Stok beras bulog yang ada di pergudangan Tondo, Jum'at (8/11) (Foto Antara/Sukardi) (Foto Antara/Sukardi/)

Ini semua penyebab gagaknya Bulog Sulteng memenuhi target pengadaan beras stok nasionalk di provinsi ini yang pada MP 2018 ditetapkan sebanyak 60.000 ton, tetapi yang terealisasi baru sekitar 32 persen atau 15.177 ton
Palu, (Antaranews Sulteng) - Bulog Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya gagal memenuhi target (prognosa) pengadaan beras untuk kebutuhan stok nasional karena berbagai kendala di lapangan.

Kepala Perum Bulog Sulteng, Khozin di Palu, Selasa membenarkan tingkat penyerapan beras produksi petani lokal di sejumlah sentra produksi di wilayah provinsi itu selama musim panen (MP) 2018 terbilang  sangat kecil.

"Kami sampai hari ini baru bisa merealisasi pembelian beras petani sekitar 32 persen dari target yang ditetapkan Bulog sebanyak 50.000 ton," kata dia.

Bulog Sulteng, katanya, baru memnyerap beras petani selama kurun Januari sampai per 12 Desember 2018 sebanyak 16.177 ton.

Menurut dia, tidak tercapainya target pengadaan beras di Sulteng pada MP 2018 ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain harga beras/gabah di tingkat petani cukup tinggi, meski Bulog sudah menaikan harga pembelian beras dari Rp7.300/kg, naik menjadi Rp8.030/kg.

Penyebab lainya adalah banyaknya pedagang luar daerah seperti dari Gorontalo dan Manado datang membeli beras petani dengan harga yang cukup tinggi.

Harga beras pembelian pedagang dari luar langsung ke petani rata-rata Rp8.500/kg. Bulog membeli beras yang sama kepada petani dengan harga standar pemerintah sebesar Rp8.030/kg.

Selisihnya cukup mencolok sehingga petani lebih memilih menjualnya kepada pedagang dari luar ketimbang menjual kepada Bulog atau mitra Bulog (pengusaha penggilingan padi).

Faktor lainnya adalah karena adanya bencana alam gempabumi dan tsunami yang melanda sejumlah daerah di Sulteng seperti Kota Palu, Donggala, Parigi Moutong dan Sigi.
Banyak areal persawahan yang sudah akan panen tetapi diterjang gempabumi yang berkekuatan 7,4 SR. Selain banyak sawah petani rusak dan gagal panen, sampai sekarang ini juga jaringan irigasi rusak diterjang gempabumi.

"Ini semua penyebab gagaknya Bulog Sulteng memenuhi target pengadaan beras stok nasionalk di provinsi ini yang pada MP 2018 ditetapkan sebanyak 60.000 ton, tetapi yang terealisasi baru sekitar 32 persen atau 15.177 ton," katanya.

Namun demikian, Khozin menjamin stok beras di gudang Bulog saat ini masih memadai. ***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar