563 nelayan di Sulteng sudah pakai konverter kit

id Nelayan,Konverter Kit,Pertamina

563 nelayan di Sulteng sudah pakai konverter kit

Ilustrasi (Antaranews)

Jumlah konverter dan lokasi-lokasi penerima manfaat ditentukan pemerintah. Pertamina hanya sebagai pelaksana kegiatan konversi dan penyedia elpiji untuk nelayan
Palu (Antaranews Sulteng) - PT Pertamina (Persero) mencatat sebanyak 563 nelayan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah telah menggunakan konverter kit atau program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke elpiji untuk kepentingan melaut.

"Sebanyak 563 paket konverter kit telah disalurkan kepada nelayan kecil di Sulteng," kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII M Roby Hervindo dihubungi dari Palu, Jumat. 

Program konversi BBM ke elpiji 2018 merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina dipercaya sebagai pelaksana lapangan.

Roby menjelaskan, manfaat penggunaan konverter kit, menghemat biaya operasional nelayan saat melaut.

Hal itu sebagai upaya pemerintah meminimalisir anggaran yang dikeluarkan sekaligus sebagai bentuk perhatian terhadap nelayan kecil serta untuk mencapai ketahanan energi nasional.

Jika dihitung penggunaan bahan bakar, nelayan menghabiskan kurang lebih tujuh liter premium per hari. Namun setelah dikonversi menggunakan elpiji pemakaian dapat bertahan dua hingga tiga hari per satu tabung saat melaut. 

"Menggunakan elpiji lebih ramah lingkungan, " tambahnya. 

Meski begitu, kata Roby, Pertamina belum dapat memastikan apakah 2019 program konversi BBM ke elpiji masih menyasar nelayan di Sulteng.

"Jumlah konverter dan lokasi-lokasi penerima manfaat ditentukan pemerintah. Pertamina hanya sebagai pelaksana kegiatan konversi dan penyedia elpiji untuk nelayan," ungkapnya.

Roby memaparkan, sesuai target pemerintah, telah didistribusi sebanyak 10.401 paket konverter kit kepada nelayan kecil di Sulawesi tersebar di 14 titik kabupaten/kota.

Di Provinsi Sulawesi Selatan, Pertamina telah menyalurkan sebanyak 900 paket konverter kit kepada nelayan kecil di Bulukumba, Bone 947 paket, Jeneponto 1.000 paket, Selayar 1.261 paket, Sinjai 253 paket, Takalar 953 paket dan Wajo 582 paket.

Kemudian, Provinsi Gorontalo khususnya Boalemo memperoleh 700 paket, Bone Bolango 500 paket, Gorontalo Utara 800 paket dan Pohuwatu 798 paket. 

"Sulawesi Utara khususnya Manado dan Minahasa Utara, masing-masing menerima 144 paket dan 1.000 paket konverter kit, " ujarnya. 

Selain itu, Pertamina MOR VII mencatat realisasi kebutuhan elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Sulawesi pada tahun 2018 mencapai 457.770 metrikton atau sebanyak 152,5 juta tabung. 

Realisasi itu melebihi kuota yang diamanatkan pemerintah yaikni sebesar 453.410 metrikton atau sebanyak 151,1 juta tabung.

"Kami harap tahun ini semua pihak dapat berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap konsumsi elpiji bersubsidi, sehingga lebih tepat sasaran sesuai kuota ditetapkan pemerintah," tuturnya.

Menurut Roby, masyarakat bisa terlibat aktif dalam meningkatkan pelayanan Pertamina terutama dalam pendistribusian BBM dan elpiji dengan cara menghubungi contact center 1-500-000 dan email ke pcc@pertamina.com.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar