RSUD Madani siap tampung mantan caleg pascapemilu

id Gangguan jiwa,kejiwaaan,RSUD Madani,Caleg

Ilustrasi--Ganguan jiwa (antaranews)

Namun kami yakin tidak ada caleg yang mengalami gangguan jiwa pascapemilu. Tapi kami siap menampung jika ternyata ada
Palu (Antaranews Sulteng) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Palu siap menampung mantan calon anggota legislatif DPRD Palu jika ada yang mengalami gangguan jiwa pascapemilu 2019 nanti.

Tidak menutup kemungkinan dari hampir 500 caleg Kota Palu ada yang mengalami gangguan kejiwaan pasca pemilu. Apalagi jika caleg tersebut mengeluarkan biaya kampanya cukup besar namun pada akhirnya tidak terpilih sebagai wakil rakyat.

"Pada umumnya kami siap. Di sini kami memiliki 98 ranjang plus 10 extra bed khusus bagi pasien gangguan jiwa," kata Direktur RSUD Madani Palu Nirwansyah Parampasi, Jumat di Palu.

Nirwansyah menjelaskan ada macam-macam  gangguan jiwa yang dapat dilihat dari orang yang mengalami gangguan tersebut  seperti cemas berlebih, depresi, murung maupun pendiam.

"Ada juga yang mengucilkan dirinya dari orang-orang di sekitar. Dia tidak mau bergaul. Gangguan jiwa yang parah itu gila," ujar Nirwansyah.

Nirwansyah yakin dengan jumlah ranjang yang ada dapat menampung para caleg yang mengalami gangguan jiwa jika pascapemilu nanti ditemukan caleg yang mengalami gangguan tersebut.

"Namun kami yakin tidak ada caleg yang mengalami gangguan jiwa pascapemilu. Tapi kami siap menampung jika ternyata ada," ujar Nirwansyah.

Nirwansyah mengatakan seingat dia pada pemilu sebelumnya  RSUD Madani Palu belum pernah menampung dan merawat inap caleg yang mengalami gangguan jiwa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu Agussalim Wahid mengatakan jumlah calon legislatif DPRD Palu berkurang empat orang, saat penetapan daftar calon tetap (DCT), Kamis (20/9/18).

"Saat penetapan daftar calon sementara (DCS) terdaftar 502 orang, namun saat penetapan DCT tersisa 498 orang," kata Agus di Palu, beberapa waktu lalu.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar