BPBD belum izinkan masyarakat manfaatkan eks lokasi likuefaksi

id BPBD,bnlaroa,petobo

Tampak kondisi lokasi eks likuifaksi balaroa yang terendam air di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (26/12/2018). Genangan air yang diduga berasal dari air tanah dan hujan itu dikhawatirkan menjadi ancaman baru bagi masyarakat sekitar tempat tersebut, terutama dapat menjadi sumber penyakit maupun lumpur utamanya pada saat musim hujan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.

Palu (Antaranews Sulteng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, belum mengizinkan masyarakat memanfaatkan kembali lokasi eks-likuefaksi di Kelurahan Petobo dan Balaroa.

"Ada pertanyaan yang kami terima bahwa, jika lokasi eks-likuefaksi tidak dapat digunakan kembali, lantas bagaimana dengan tanah korban," ucap Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon, Kamis.

Presly mengemukakan, mengenai hak tanah masyarakat di lokasi eks-likuefaksi nanti-nya akan diatur lebih lanjut oleh bagian pertanahan.

Menurut dia, mungkin boleh memiliki, tetapi untuk menggunakannya/memanfaatkannya kembali harus diatur lebih lanjut yang dikuatkan dengan hasil-hasil kajian.

Lanjut dia, pengertian atau maksud dari kata menggunakan itu sendiri perlu di pertegas. Misalkan dipergunakan dalam bentuk apa.

"Kalau untuk permukiman atau membangun kembali bangunan gedung di lokasi likuefaksi, itu tidak boleh. Tetapi bila dimanfaatkan untuk bertani, mungkin bisa," sebut dia.

Presly tidak dapat memastikan apakah lahan eks-likuefaksi di dua kelurahan di Kota Palu dapat digunakan untuk bercocok tanam atau-kah tidak.

"Kita lihat dulu aturan-aturan yang ada, jangan sampai potensi-potensi bencana terjadi lagi di lokasi-lokasi tersebut," ujar dia.

Dirinya menyebut BPBD belum dapat memberikan izin atau tidak memberikan izin kepada masyarakat terkait hal itu. Karena, tidak ada dasar atau rujukan.

"Saya belum bisa melakukannya, kalau itu belum di tetapkan atau termuat dalam suatu regulasi dan tata ruang. Harus ada dulu dasarnya," kata dia.

Masyarakat belum memanfaatkan lahan lokasi eks-likuefaksi di Kelurahan Petobo pascabencana gempa dan likuefaksi menghantam wilayah itu pada Jumat 28 September 2018.

Sekitar 4.000 jiwa warga Kelurahan Petobo korban likuefaksi mengungsi di bagian timur area terdampak bencana tersebut.
 
 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar