Sandiaga : Indonesia akan jadi pusat ekonomi halal dunia

id sandi

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.)

Target Indonesia Menang dalam lima tahun harus masuk lima besar ekonomi halal dunia dan 10 tahun menjadi pusatnya ekonomi halal dunia. Lebih cepat lebih baik

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia akan menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam beberapa tahun mendatang dengan syarat rakyat Indonesia harus menjadi pelaku utama industri halal di negeri sendiri.

"Ekonomi Halal ini dahsyat potensinya. Pasarnya mencapai 1,8 miliar populasi muslim di dunia," kata Sandiaga pada acara 'Inisiatiif Indonesia Menang Pusat Ekonomi Halal Dunia di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta Selatan, Jumat.

Dia mengingatkan, jangan sampai Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar dunia tidak mampu memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pusat ekonomi halal.

Bahkan negara lain yang sedikit populasi muslimnya seperti Thailand, Korea, dan Jepang sudah serius menggarap ekonomi halal yang potensinya mencapai Rp3.300 triliun.

Sandiaga menceritakan dirinya sempat berbincang dengan tokoh ekonomi halal dunia asal Indonesia, Prof Dr Irwandi Jaswir. Rencananya akan meminta bantuan untuk mengembangkam ekonomi halal Indonesia bila memenangkan Pilpres 2019 dan menjadi wakil presiden RI.

"Potensi negeri ini dahsyat sekali. Tidak hanya alamnya, sumber daya manusianya juga dahsyat. Kita harus jadi pemain, dan jadi pemenang," katanya sambil mengenalkan Irwandi Jaswir yang pernah meraih Penghargaan Internasional Raja Faisal untuk 'Service to Islam' tahun 2018.

Target Indonesia Menang dalam lima tahun harus masuk lima besar ekonomi halal dunia dan 10 tahun menjadi pusatnya ekonomi halal dunia. Lebih cepat lebih baik, katanya.

Baca juga: Capres Sandiaga Uno janji stop utang
Baca juga: Sandiaga Uno ajak masyarakat gunakan produk lokal
Baca juga: Sandiaga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar

 

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar