Pemkab Parigi Moutong tekan penggunaan pestisida di tingkat petani

id Pestisida, padi, pertanian, Parigi moutong

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Nelson Metubun. (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus menekan penggunaan pestisida berlebihan dalam mengolah pertanaman padi di tingkat petani. 

"Jika kita bisa tekan penggunaan pestisida di luar ambang batas, maka disamping kualitas beras terjamin juga aman dikonsumsi masyarakat, " kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun, di Parigi, Senin. 

Penggunaan pestiaida dikalangan petani merupakan senjata ampuh membasmi serangan hama dan penyakit pada tanaman, namu jika penggunaan bahan kimia itu secara berlebihan, maka akan menimbulkan efek terhadap kesehatan. 

Menurut Nelson, dari hasil pantauan dibeberapa tempat, petani masih tertarik menggunakan bahan kimia dalam hal membersihkan runput tanaman padi. 
Sebagai upaya pencegahan, pemerintah mulai perlahan merubah pola pertanaman yang sebelumnya menggunakan metode hambur benih langsung (Hambela) kini menggunakan sistem ubinan. 

"Kami sudah coba di wilayah selatan Parigi Moutong dan atensi petani cukup tinggi menggunakan metode ubinan," tambahnya. 

Nelson menyebut, keunggulan menggunakan pola ubinan atau mesin tanam dapat mengurangi luasan areal populasi hama penganggu tanaman. 
Disamping itu, pola tersebut dipercaya dapat meningkatkan produksi padi petani. 

"Menggunakan pola tanam seperti ini ada jarak antara yang bisa digunakan petani mengaplikasikan pengendalian hama terpadu secara non-kimiawi dan mengurangi resiko penggunaan pestisida berlebihan, " ungkapnya. 

Nelson memaparkan, selain mengurangi penggunaan pestisida diluar ambang batas, metode tanam ubinan lebih terukur penggunaan benih yang dibutuhkan dan pola pertanaman lebih teratur. 

"Secara produksi dapat menguntungkan petani, karena menghasilkan beras yang bagus, bermutu dan berkualitas serta aman dikonsumsi, " tutur Nelson. 
 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar