Dua meninggal dan 48 dirawat akibat DBD di Palu

id DBD,Palu,Kotq Palu,Dinkes Palu

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Huzaimah. (Ist) (/)

Palu (Antaranews Sulteng) - Hingga kini Dinas Kesehatan Kota Palu mencatat sedikitnya dua orang meninggal dan 48 lainnya tengah dirawat akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Dua orang yang meninggal adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Mereka meninggal pekan kemarin," kata dr Huzaimah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Jumat.

Huzaimah mengatakan mereka meninggal akibat virus dengue dari gigitan nyamuk aedes aegypty yang sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh dan menyebabkan trombosit darah menurun drastis sehingga mengakibatkan pendarahan di dalam tubuh.

Sementara 48 lainnya kata Huzaimah, tengah dirawat intensif dan mendapat penanganan medis dari pihak rumah sakit.

"48 warga yang menderita DBD tersebar di seluruh rumah sakit di Palu dan didominasi anak-anak. Itu data terakhir yang kami peroleh hari kamis (7/2),"ujar Huzaimah.

Huzaimah berharap tidak terjadi pertambahan penderita DBD dan para penderita yang saat ini tengah dirawat dapat secepatnya pulih dan kembali ke pamgkuan keluarganya.

Huzaimah mengatakan jika menemukan atau merasakan gejala-gejala DBD segera melaporkan ke puskesman agar secepatnya diperiksa dan mendapat penanganan medis sedini mungkin.

"Agar dapat diatasi sebelum tambah parah. Gejala yang umum dirasakan yakni demam tinggi dua hari berturut-turut, mual disertai muntah dan muncul bintik-bintik merah di badan,"ucap Huzaimah.

Selain itu Huzaimah mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tempat tinggal dari potensi-potensi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty yang menyebarkan virus dengue kepada warga melalui gigitan.

Dinkes Palu lanjut Huzaimah dibantu pihak puskesmas, kelurahan dan kecamatan tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan 3M untuk mencegah terserang DBD.

"3 M yang kami maksud yakni menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi jika air nya sudah lama terbiarkan, menutup tempat-tempat yang bisa menampung air dan mengubur benda-benda yang dapat menampung air seperi kaleng bekas,"kata Huzaimah.

Selain Huzaimah meminta warga yang memiliki kelambu agar memakai saat tidur, menggunaoan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk yang dapat mencegah nyamuk menggigit tubuh.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar