"Jokowi Macan Asia" dideklarasikan di Kuala Lumpur

id macan asia

Ketua Umum Jokowi Macan Asia (JMA) Amin Minhan (ketiga kanan) memimpin deklarasi JMA Malaysia yang dihadiri Ketua Umum JMA Malaysia Adi Kurnia (kiri) dan Caleg DPR RI Dapil II dari Partai Nasdem Tengku Adnan (kedua kiri) di Kuala Lumpur, Minggu (10/02/2019). Deklarasi dihadiri sejumlah pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur. (ANTARA FOTO/Agus Setiawan/nz.)

Kuala Lumpur,  (Antaranews Sulteng) - Relawan pendukung pasangan capres - cawapres nomer urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin "Jokowi Macan Asia" (JMA) Malaysia dideklarasikan di Hotel Adamson Jalan Raja Muda Abdul Azis Kuala Lumpur, Minggu.

Hadir Ketua Umum Jokowi Macan Asia (JMA) Amin Minhan, Sekjen JMA, Jatmoko Suwandanu, Ketua Partai Hanura Malaysia, Faisal Anas, Ketua Partai Nasdem Malaysia, Tengku Adnan dan Sekretaris Agus Dwi serta Pengurus PKB Malaysia, Misbah.

Mereka yang dilantik sebagai Koordinator JMA Malaysia Adi Kurnia dan Sekretaris Peni Warastuti serta sejumlah pengurus lainnya.

"Relawan JMA terdaftar di tim pemenangan yang sekarang sudah 1.420 relawan. Kita termasuk relawan yang urutannya ke 100 yang pertama. Awalnya kami mendirikan Relawan BTP kemudian ada yang bilang kurang berkualitas, akhirnya kami buat sendiri Relawan JMA yang mempunya perwakilan di luar negeri," ucapnya.

Setelah mendirikan relawan JMA, Amin Minhan kemudian melakukan tes melalui "WA" dan dalam waktu dua Minggu tiga grup whatsapp sudah penuh karena masing-masing anggota grup anggotanya 200 orang sehingga kemudian dibuat grup baru.

"Dalam dua bulan sudah berkembang ke 28 provinsi dan sampai sekarang 89 ribu anggota sehingga yang capek ketua umumnya harus terbang ke sana ke mari untuk memberikan pemahaman tentang JMA karena saya tidak mau orang ikut-ikutan dengan JMA," tuturnya.

Amin Minham mengatakan dirinya tidak mau anggota menunggu dari JMA, namun tidak membuat "hujan buatan" karena itu pihaknya membuat keanggotaan berbayar Rp25 ribu per bulan yang diharapkan bermanfaat bagi anggota.

Hadir pada kesempatan tersebut piluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur.

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar