KONI: Porprov tidak bisa lagi diundur

id Koni, Porprov

q (antara)

Palu, (Antaranews Sulteng) -  KONI Sulawesi Tengah menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII yang dijadwalkan di Kabupaten Parigi Moutong tidak bisa lagi diundur waktunya.

"Kita tetap akan laksanakan April 2019, usai Pemilu Legislatif dan Presiden yang dilaksanakan serentak itu," kata Ketua Umum Koni Sulteng melalui Kepala Sekretariat, Edison Ardiles di Palu, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pertemuan pihak panitia pelaksana Porprov se-Sulteng yang berlangsung di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa kegiatan tersebut akan diselenggarakan akhir April mendatang.

"Mau tidak mau porprov harus dilaksanakan tahun ini juga karena? babak kualifikasi PON untuk beberapa cabang olahraga sudah akan dimulai 2019," kata dia.

Mengingat waktu pelaksanaan kegiatan semakin mendekat, KONI Sulteng berharap panitia segera merampungkan pembangunan berbagai? sarana dan prasana yang dibutuhkan.

Edison menjelaskan Porprov VIII akan memperebutkan dan memperlombakan sebanyak 20 cabang olahraga, sama dengan pelaksanaan porprov tahun-tahun sebelumnya.

Dia mengaku, pelaksanaan Porprov VIII seharusnya dilaksanakan November 2018.

Tetapi, kata Edison, karena adanya bencana alam gempabumi dan tsunami yang mengharar sejumlah wilayah di Sulteng yakni Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 28 September 2018, maka pemerintah dan KONI bersama panitia memutuskan menunda dan baru akan dilaksanakan usai pesta demokrasi Pemilu Presiden,DPR,DPRD dan DPD.

KONI Sulteng tentu berharap semua kabupaten/kota di daerah ini mengirimkan delegasi atlet di Porprov VIII yang berlangsung di Kabupaten Parigi Moutong yang juga sebagai daerah tujuan wisata dan sentra produksi beras di provinsi Sulteng itu.

Cabang olahraga yang akan dipertandingkan antara lain karate, pencak silat, tinju, atletik, dayung,tenis meja, tenis lapangan, judo,taekwondo,anggar,kempo,sepak bola, sepak takraw dan voli pasir.
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar