Kementerian PUPR gunakan "Big Data" untuk pengambilan keputusan

id big data

Kementerian PUPR gunakan "Big Data" untuk pengambilan keputusan

Ilustrasi, Big Data (pixavay.com)

Big data' tersebut kemudian diolah sesuai dengan kebutuhan pengambilan keputusan agar pemeliharaan maupun peningkatan kinerja jalan bisa lebih tepat waktu, tepat penanganan, dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada pengguna jalan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggunakan "big data" yang dikumpulkan dari beragam aplikasi teknologi serta memanfaatkan data dari berbagai kementerian atau lembaga lainnya untuk mengambil keputusan.

"Big data' tersebut kemudian diolah sesuai dengan kebutuhan pengambilan keputusan agar pemeliharaan maupun peningkatan kinerja jalan bisa lebih tepat waktu, tepat penanganan, dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada pengguna jalan," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dalam rilis PUPR di Jakarta, Jumat.

Dalam penyelengaraan jalan nasional sepanjang 47.017 kilometer dan jembatan 496.080 meter, kata dia, Ditjen Bina Marga menggunakan teknologi pada setiap tahapan penyelenggaraan jaringan jalan, seperti dalam tahap perencanaan dan pemrograman digunakan aplikasi SiTIA  (Sinergitas Transparansi Integrasi Akuntabel) dan IRMS v.3 (Indonesia Road Management System).

Sedangkan dalam tahap operasi dan pemeliharaan, sejumlah sistem informasi digunakan salah satunya informasi dari pengguna jalan yang melaporkan kondisi jalan melalui aplikasi Jalan Kita (Jaki) yang dapat diunduh pengguna ponsel berbasis Android maupun IOS.

Aplikasi lainnya yang digunakan yakni Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila) yang memberikan informasi kondisi lalu lintas (volume, kecepatan, dan okupansi).

Selain data yang dikumpulkan melalui berbagai aplikasi, Kementerian PUPR juga memanfaatkan data yang tersedia di Kementerian/Lembaga lainnya seperti data curah hujan dari BMKG, data tingkat kecelakaan lalu lintas dari Kepolisian, dan data kepelabuhan dan kebandaraan dari Kementerian Perhubungan.

Data yang dikumpulkan kemudian disimpan dalam "cloud services" di Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian PUPR.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan sistem "big data" dari rantai pasok industri jasa konstruksi nasional selaras dengan konsep Industri 4.0 yang kerap didengungkan pemerintah.

Basuki Hadimuljono menyatakan, Kementerian PUPR memanfaatkan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi internet untuk menyusun sistem informasi jasa konstruksi yang terintegrasi yang akan menjadi big data rantai pasok industri jasa konstruksi.

"Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi khususnya di bidang konstruksi," paparnya.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar