Satu teroris Poso tertembak mati dan satu tertangkap hidup

id poso,dpo terorisme,mit,tinombala

AKBP Hery Murwono Kabid Humas Polda Sulteng tengah didamping Kasubsatgas Humas Ops Tinombala 2019 AKP Winarto kiri dan kanan Kompol Sugeng Lestari Kasubbid Penmas Polda Sulteng saat konfrensi pers, Rabu, memperlihatkan foto2 DPO kasus terorisme Poso (Foto Antara/Sulapto Sali) (Foto Antara/Sulapto Sali/)

Palu (ANTARA) - Anggota Satgas Operasi Tinombala Poso dilaporkan menembak mati salah seorang DPO kasus terorisme yang juga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan menangkap hidup seorang lainnya pascabaku tembak di Poso Pesisir, Minggu petang.

Anggota MIT yang tewas diidentifikasi bernama Romsi alias Basyir sedang yang ditangkap hidup bernama Aditya alias Idad alias Kuasa.

Selain itu, aparat juga menemukan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16.

Keterangan yang dikumpulkan Antara Palu, Minggu malam menyebutkan, kontak tembak terjadi antara petugas Tinombala yang terdiri  TNI dan Polri dengan DPO kasus terorisme yang berjumlah sekitar lima orang.

 Peristiwa tersebut terjadi di wilayah perkebunan Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, sekitar pukul 17.15 Wita, Minggu (3/3).

Sekitar pukul 09.30 Wita, Tim Satgas Tinombala yang dipimpin Mayor Inf. Aryudha menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sekutar lima orang DPO MIT Poso beristirahat di pondok milik salah satu warga.

Tim Satgas pimoinan Aryudha kemudian berangkat menuju Desa Padopi untuk menangkap kelima orang DPO tersebut. Sekitar pukul 17.15 Wita terjadilah kontak tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris tersebut.

Setelah kontak tembak itu petugas menemukan satu orang DPO MIT tewas dan satu lainnya masih hidup. Selain itu, petugas menyita satu pucuk senjata M 16.

Evakuasi jenazah direncanakan akan dilakukan Senin 4 Maret 2019.

Dengan tertembak dan tertangkapnya dua DPO kasus terorisme itu maka jumlah DPO yang diburu anggota Satgas Operasi Tinombala Poso saat ini masih 13 orang lagi.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar