Parigi Moutong prediksi masuk tiga besar lomba STQH

id STQH, kafilah, Parigi Moutong

Salah satu peserta asal Parigi Moutong tampil di cabang lomba Hifzil Al-Quran di Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-XXV 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali Utara. (Antaranews Sulteng/Humas Penda)

Parigi (ANTARA) - Kafilah asal Kabupaten Parigi Moutong diprediksi dapat menjuarai sejumlah nomor lomba di Seleksi Tilawatil Quran dan Hasits (STQH) KE-XXV tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali Utara. 
Ketua lembaga pengembangan tilawati quran (LPTQ)  Parigi Moutong Sudirman Tjora yang dihubungi dari Parigi, Rabu mengatakan, peluang meraih juara cukup terbuka, terlihat saat penampilan mereka yang cukup konsisten. 
Hal tersebut juga dilihat dari hasil penilaian menggunakan sistim informasi teknologi secara terbuka setelah peserta tampil.
"Insya Allah, kita berdoa bisa masuk  tiga besar. Paling tidak, bisa memperbaiki peringkat. Pada STQ di Kabupaten Donggala tahun 2017 lalu Parigi Moutong hanya berada di peringkat lima," ujar pendamping kafilah Parigi Moutong ini. 
Sudirman mengaku, kontingennya masih memiliki sejumlah kekurangan, khususnya pada hafidzah (Penghafal Perempuan) yang dinilai belum maksimal. 
"Kekurangan kita pada hafalan khususnya hafizah 10, 20 dan 30 juz ditambah mufasirah bahasa Arab," tambahnya. 
Dikemukakannya, secara reami hasil lomba akan diumumkan oleh dewan juri pada penutupan STQH ke-XXV, Rabu (13/3) malam di arema utama halaman Kantor Bupati Morowali Utara. 
Dia menyebut, dari sejumlah nomor lomba, ada tujuh nama yang berpotensi bisa meraih juara diantarannya, Ningsih, qoriah tilawah dewasa, Moh Yuslih, qori tilawah kanak-kanak, Moh Syahrul, tafsir Al-quran golongan bahasa Arab,
Mafazah Dzul Ikromi, tahfidz golongan 20 juz, Heri Setiadi, tahfidz golongan 10 juz,Dzaswan Ramdani, tahfidz golongan 30 juz dan Fitrah Lestari, qoriah tilawah golongan kanak-kanak.
"Kontingen kita yang lainnya kemukinan hanya merai juara harapan," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar