Ronaldo panen pujian dari media Spanyol

id ronaldo

Aksi Cristian Ronaldo setelah mencetak gol (Reuters/Alberto Lingria)

Jakarta (ANTARA) - Media-media Spanyol menurunkan berbagai tajuk yang menebarkan puja puji untuk megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, setelah raihan trigolnya mengusung timnya menang 3-0 atas Atletico Madrid dalam laga kedua putaran 16 besar Liga Champions pada Rabu pagi WIB.

Lewat trigolnya yang kedelapan di Liga Champions itu, Ronaldo sukses membawa Juventus melunasi defisit kekalahan dua gol di laga perdana dan melangkah ke perempat final.

Atletico untuk kelima kalinya disingkirkan oleh Ronado bersama timnya dari Liga Champions, setelah pada 2014 dan 2016 mereka dikalahkan Real Madrid di partai final, serta 2015 di perempat final dan 2017 di semifinal.

"Cristiano menegakkan hukumnya," demikian tajuk Marca, surat kabar yang berbasis di Madrid, sebagaimana dilansir Reuters.

Sedangkan harian Madrid lainnya, AS, menyebut Ronaldo sebagai "raja Liga Champions" setelah trigolnya menajamkan rekornya sebagai pemain tersubur di kompetisi tersebut lewat torehan 124 gol dalam 160 pertandingan.

Secara bersamaan narasi kejayaan Ronaldo juga disandingkan dengan kegagalan Madrid --yang tak punya pilihan selain membiarkannya pergi pada akhir musim lalu-- yang secara memalukan disingkirkan oleh Ajax lewat kekalahan 1-4 di Santiago Bernabeu tengah pekan lalu.

"Madrid seharusnya tidak pernah membiarkan pemain sekelas ini pergi saat masih memiliki kontrak dengan mereka, seorang top skor sepanjang masa dan salah satu sosok penting dalam empat trofi Liga Champions mereka," tulis Marca.

"Mereka membiarkan seorang legenda pergi hanya untuk 100 juta euro. Hari ini kita diperlihatkan betapa Ronaldo tak terukur harganya. Membiarkannya pergi adalah kesalahan bersejarah. Nilai Cristiano bukan 100 juta euro, ia seharusnya miliaran euro," lanjut narasi Marca.

Sementara harian El Pais melancarkan kritik kepada pelatih Atletico Digeo Simeone yang menerapkan taktik negatif di laga kedua melawan Juventus, bahkan sepanjang pertandingan tak melepaskan satupun tembakan tepat ke gawang.

"Sementara Cristiano berada dalam mode penghancur dalam malam yang membuktikan statusnya sebagai salah seorang penyerang paling berbahaya dan gahar sepanjang sejarah, Juventus melangkahi Atletico mudah," tulis El Pais.

"Tim Simeone jatuh dalam cara yang paling Italia. Mereka hanya ingin bertahan, namun malah mendapati hantaman bertubi-tubi tanpa henti," demikian tambah El Pais.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar