Pertamina gandeng petani Sulteng kembangkan limbah nanas

id Petani nanas, Pertamina, daun nanas

Pihak Pertamina panen daun nanas disalah satu lahan petani yang menjadi mitra mereka. (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Rata-rata penghasilan sekali panen daun nenas sebesar satu juta rupiah hingga Rp2,5 juta per kilogram
Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menggangdeng petani asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mengembangkan limbah daun nanas sebagai pengganti fiberglass untuk bahan baku pembuatan bodi kapal ringan. 

"Inovasi baru tim Project Collaboration Improvement (PCP) Gammara Pertamina terus dikembangkan guna membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," kata General Manager Pertamina MOR VII Sulawesi Werry Prayogi melalui keterangan tertulisnya diterima Antara, Kamis. 

Werry menyebut, inovasi tim PCP Gammara, merupakan salah satu langkah Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang berwawasan global menuju industri 4.0 yang menjadikan inovasi ramah lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai pondasi pengembangan perusahaan.

Menurut Werry, daun nanas memiliki nilai jual tinggi karena manfaatnya cukup besar sebagai pengganti material berbahan sintetis atau fiberglass. 

Selama ini, petani hanya memanfaatkan buah untuk selanjutnya dijual, tanpa terpikirkan bahwa limbah daun nanas juga dapat dimanfaatkan sebagai olahan alternatif yang memiliki nilai ekonomis. 

"Kami ingin produksi nenas milik petani lebih meningkat serta pemanfaatan lahan pun semakin bertambah," harapnya. 

Fatmawati Ade, petani asal Luwuk, Kabupaten Banggai, mengatakan, sebelum ia diperkenalkan dengan inovasi baru yang ditemukan Pertamina, ia hanya memanfaatkan buah dijual di pasar.

Ade mengaku, saat ini dirinya mengembangkan komoditas nanas di lahan seluas 3.000 meter persegi.

"Rata-rata penghasilan sekali panen daun nenas sebesar satu juta rupiah hingga Rp2,5 juta per kilogram," ungkapnya.

Hingga kini, Pertamina MOR VII mengupayakan kerja sama pengembangan sektor perkebunan nanas di wilayah Sulawesi, termasuk Sulteng guna meningkatkan pendapatan para petani.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar