KPU Parigi Motong libatkan 500 orang lipat surat suara

id Surat suara, KPU, logistik, Parigi moitong

Ilustrasi, sortir surat suara (antaranews)

Parigi (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah berencana akan melibatkan 400 hingga 500 orang menyortir dan melipat surat suara Pemilu 2019.

ketua KPU Parigi Moutong Abdul Chair, di Parigi, Jumat mengatakan, saat ini pihaknya telah berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan mengecek pencetakan surat suara sebelum didistribusi ke daerah.

"Pencetakan surat suara sudah berjalan, kami kesana hanya ingin memastikan apakah ada kendala dalam proses penyetakannya," ujarnya. 

Meski begitu, pelibatan ratusa orang menyortir dan melipat suart suara belum ditetapkan oleh KPU, selanjutnya akan dibahas melalui rapat pleno.

Chair menyebut, pelipatan surat suara nanti diprioritaskan warga Parigi Moutong dibuktikan dengan KTP sebagai sayarat pendaftaran serta tidak terlibat sebagai pengurus partai politik. 

"KPU membuka ruang kepada masyarakat ikut berpartisipasi melalui kegiatan ini, " ucapnya. 

Dia mengaku, pihaknya belum memastikan distribusi surat suara nanti apakah menggunakan tranaportasi darat atau udara.

"Kami masih berkoordinasi dengan kepolisian, kalau distribusi lewat udara dari mana kapasitas Polres Parigi Moutong mengawal, begitu pun kalau lewat jalur darat guna keamanan logistik," tambahnya. 

Dikemukakannya, dalam waktu dekat surat suar akan disiatribusi ke Parigi Moutong setelah proses pencetakan selesai. 

Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih Parigi Moutong sebanyak 303.941 pemilih terdiri dari 155.379 orang pemilih laki-laki dan 148.562 orang pemilih perempuan, maka kuota surat suara disediakan KPU RI untuk kabupaten itu sebanyak 1.500.000 lebih surat suara, sudah termasuk tambahan dua persen. 

"Sesuai jadwal dan tahapan, proses sortir dan pelipatan surat suara akhir Maret 2019 dan menghabiskan waktu kurang lebih tuju hingga 10 hari," tuturnya. 

Setelah proses pelipatan dan pengepakan selesai, selanjutnya tahapan distribusi logistik kemasing-masing wilayah dan lebih awal diprioritaskan wilayah terpencil dan tersulit.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar