Parigi Moutong wakili Sulteng pada gelar karawitan anak nasional

id Pentas seni, gelar kawaritan, parigi moutong, parigata

Parigata musik perkusi anak asal Kabupaten Parigi Moutong akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah diajang lomba seni bertajuk gelar karawitan anak tingkat nasional, di Jakarta, April 2019. (Antaranews Sulteng/Humas Pemda)

Parigi (ANTARA) - Parigata musik perkusi anak asal Kabupaten Parigi Moutong akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang lomba seni bertajuk gelar karawitan anak tingkat nasional di Jakarta, April 2019.

Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Eni Susilowati, di Parigi, Sabtu, mengatakan, proses seleksi mengikuti kegiatan bernuansa budaya itu ditangani Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan cara mengirim video peserta ke email mereka. 

"Alhamdulillah Parigiata musik perkusi anak Parigi Moutong terpilih dari hasil seleksi Kemendikbud, " ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo ini.

Gelar karawitan adalah sebuah program Kemendikbud yang bertujuan melestarikan seni budaya nusantara.

Eni menyebut, peserta gelar karawitan anak tingkat nasional di Jakarta nanti seluruhnya pelajar tingkat sekolah dasar (SD), sehingga pihaknya menjaring bakat siswa di kabupaten itu untuk dikirim mengikuti pementasan nanti.

"Selama pementasan di ibu kota, seluruh biaya peserta mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi hingga penginapan ditangani pihak Kemendikbud," tambahnya. 

Dikemukakannya, para dewan juri yang akan menilai pementasan seni di kegiatan kebudayaan nanti, mereka yang berkompeten dibidangnya, seperti Gilang Ramadhan, Bens Leo serta sejumlah juri nasional lainnya. 

"Tentu saja persaingan sangat ketat, karena skalannya nasional. Kami ingin peserta Parigi Moutong mampu memberikan yang terbaik, tentunya harus didukung dengan latihan yang maksimal, " harapnya. 

Menurutnya, kegiatan pertunjukan seni tersebut, kesempatan promosi kesenian lokal masing-masing daerah tidak terkecuali Parigi Moutong agar lebih dikenal oleh khalayak luas, selain itu menjadi wadah pengembangan bakat dan kreatifitas anak di era mileneal.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar