Perum LKBN Antara Sulteng dan Pantang Minta serahkan bantuan untuk Ibrahim

id Perum,LKBn,Antara,Pantanh Minta

Penanggung jawab gerakan sosial 'Pantang Minta' Muh. Arsyandi (kanan) menyerahkan bantuan senilai Rp9.415.000 untuk perawatan Ibrahim melalui Ibunya, Selfina (kanan) di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sabtu siang (16/3). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Biro Sulawesi Tengah bekerja sama dengan gerakan sosial kemanusiaan Pantang Minta hari Sabtu (16/3) di Makassar menyalurkan bantuan untuk Ibrahim, bayi korban likuefaksi di Balaroa yang saat ini dirujuk di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Bantuan senilai Rp9.415.000 tersebut merupakan donasi yang diterima Perum LKBN Antara Sulteng dan Pantang Minta dari berbagai donatur di antaranya Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu, Travel Nuansa Palu 72 dan sejumlah donatur yang tidak ingin namanya disebutkan.

"Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi Ibrahim dan digunakan dengan sebaik-baiknya oleh pihak keluarga yang setia menemaninya selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar," kata Kepala Biro Perum LKBN Antara Sulteng, Rolex Malaha.

Rolex mengatakan penggalangan dana yang dilakukan dengan Pantang Minta semata-mata karena panggilan kemanusiaan dan bentuk kepedulian terhadap orang-orang di Kota Palu yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan.

"Apalagi Ibrahim ini korban likuefaksi di Balaroa. Harta benda dan tempat tinggal ayah dan ibunya di Balaroa hancur ditelan bumi dan saat ini mereka hanya tinggal menumpang di rumah neneknya," ucapnya.

Sementara itu Penanggungjawab Gerakan Sosial Kemanusiaan Pantang Minta Muh. Arsyandi menjelaskan bahwa penggalangan dana telah dilakukan sejak sebulan terakhir.

"Dana yang kami terima dari orang-orang baik di Kota Palu ini baru bisa kami serahkan hari ini sebab kami merasa masih banyak orang-orang baik di Kota Palu yang ingin menyisihkan kelebihan rezekinya untuk Ibrahim," katanya.

Usai menyerahkan bantuan kepada Ibrahim melalui ibunya, Selfina, Arsyandi berharap pihak keluarga tetap tabah dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Ibrahim sembuh dari penyakitnya sekarang.

Ibu Ibrahim Selfina meminta dan mengajak agar dapat mendoakan bayi tujuh bulan tersebut agar secepatnya pulih dari sakitnya.

"Kita hanya bisa berdoa dan berusaha semaksimal mungkin. Selebihnya kita serahkan dan pasrahkan  kepada Allah SWT," katanya.

Hasil pemeriksaan terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Dr . Wahidin Sudirohusodo Makassar, Ibrahim didiagnosa mengalami sirosis hati.

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar