Pencurian di Taman Nasional Togean masih berlangsung

id Togean,Taman Nasional Togean

Sejumlah penyelam dari Pertamina dan Balai TNKT mengibarkan bendera Merah Putih usai meletakan media tempat bibit karang di dasar laut pada kegiatan transplantasi di Kepulauan Togean. (www.sulteng.antaranews.com/Humas TNKT) (www.sulteng.antaranews.com/Humas TNKT/)

Kami sudah usulkan kepada Unesco untuk bisa menjadi anggota cagar biosfer dunia dan berharap pada 2019 ini juuga bisa dideklarasikan
Palu, Sulteng (ANTARA) - Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Bustang mengaku hingga kini pencurian berbagai hasil hutan dan satwa baik di darat maupun laut di kawasan konservasi itu masih berlangsung.


"Paling banyak dilakukan masyarakat lokal di sekitar kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean," katanya di Palu, Senin.


Ia mengatakan dengan jumlah personil Polhut yang sangat terbatas, cukup menyulitkan mengamankan dan mengawasi berbagai gangguan berupa pencurian ikan dengan menggunakan bom dan juga penebangan kayu illegal.


Namun, kata dia, dalam tiga tahun terakhir ini, gangguan di kawasan TN Kepulauan Togen baik di laut maupun di darat sudah semakin berkurang.


Pihaknya terus melakukan pendekatan ke masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan juga sosialisasi dan cukup berhasil.


Bahkan, katanya, ada sejumlah desa yang cukup proaktif membantu petugas TN Kepulauan Togean melakukan berbagai kegiatan di lapangan sehingga masyarakat sudah tidak ada lagi yang mencuri ikan dan satwa lainnya serta illegal logging.


Tetapi, ada juga beberapa desa yang masyarakatnya masih tetap melakukan kegiatan tak terpuji tersebut.


"Kami terus mendekati mereka dan mencoba untuk mengubah pola pikir, meski tantangan cukup berat," ujar Bustang.


Padahal, kata Bustang, pihaknya sebenarnya telah memberi akses bagi masyarakat lokal untuk mengelolah bersama kawasan konservasi bagi kesejahteraan dan juga perolehan devisa negara dari berbagai obyek wiswata yang ada di TN Kepulauan Togean.


Wisatawan mancanegara yang berkunjung di kawasan konservasi Kepulauan Togean dari tahun ke tahun terus meningkat dan mengembirakan.


Dengan demikian, pendapatan masyarakat juga setidaknya bisa meningkat. Begitu pula perolehan devisa bagi negara dari sektor pariwisata dipastikan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan.


Bustang menambahkan jika tidak ada halangan, TN Kepulauan Togean akan dideklarasikan sebagai cagar biosfer anggota jaringan dunia oleh Unesco.


"Kami sudah usulkan kepada Unesco untuk bisa menjadi anggota cagar biosfer dunia dan berharap pada 2019 ini juuga bisa dideklarasikan," ujar dia.


Luas kawasan konservasi TN Kepulauan Togean mencapai 365.241 hektare terdiri darat sekitar 25.000 hektare, sedangkan kawasan konservasi laut mencapai 340.000 hektare. ***2***
(T.BK03/)

Pewarta : Anas Masa
Redaktur : Adha Nadjemuddin
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar