Bawaslu ajak pengawas TPS se-Kota Palu sukseskan pemilu

id Pemgawas TPS,Bawaslu,Bawaslu RI,Pemilu

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu RI Frits Edward Siregar memberikan bimtek di depan seribuan pengawas TPS dan panwaslu se Kota Palu di Aula STIAP Palu, Senin siang (25/3). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia mengajak 1.075 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kota Palu agar menyuksukseskan Pemilu 17 April nanti melalui kegiatan pengawasan dan pencegahan oleh PTSP dan panwaslu.

"Saya sadar betul bahwa yang bapak ibu terima tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang bapak ibu keluarkan tapi kami yakin dan percaya bapak ibu bersedia menjadi pengawas tps karena mencintai Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Indonesia," kata Koordinator Divisi Hukum Bawaslu RI Frits Edward Siregar saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) di aula Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Pemerintahan (STIAP) Palu, Senin siang (25/3).

Frits menjelaskan pengawas pemilu mulai dari tingkat pusat sampai daerah wajib mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilu dan menindak tegas segala macam bentuk pelanggaran yang ditemukan di lapangan. 

Itu semua sejalan dengan fungsi Bawaslu sebagai fungsi penindakan pelanggaran. Demikian juga dengan penyelesaian sengketa, money politic atau politik uang, hoax dan netralitas Aparatur Sipil Negara yang merupakan objek dari pengawasan bawaslu.

"Dari semua tahapan, tahapan yang paling penting adalah tahapan pemungutan suara sebab tahapan inilah yang akan menentukan siapa pemimpin yang kita pilih," ucapnya.

Menurutnya tahapan tersebut adalah proses peralihan kepercayaan dari satu kelompok kepada kelompok yang lain. Dari satu pasangan calon (paslon) ke paslon yang lain.

Sehingga pengawas TPS diharapkan dapat berupaya semaksimal mungkin  agar proses pemungutan suara di TPS berjalan lancar dan aman serta tidak disusupi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggunggung jawab yang ingin mengacaukan pesta demokrasi tersebut.

"Bapak ibu pengawas TPS ini adalah bagian dari bawaslu. Yah bedakan saya di pusat dan bapak ibu di daerah tapi kita semua bagian dari bawaslu," imbuhnya.

"Yang paling penting saat hari pencoblosan di TPS. Bapak ibu harus mengawasi dan menjaga agar jalannya pemungutan suara di TPS berjalan aman dan lancar," katanya.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar