Tokoh lintas agama tolak praktik politik uang

id tokoh agama

Tokoh lintas agama, organisasi keagamaan dan majelis pimpinan agama mendeklarasikan pemilu damai, sehat dan bermartabat. Deklarasi itu di ikuti Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate dan Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke. Deklarasi itu berlangsung dalam kegiatan gebyar kerukunan dan pendidikan pemilih diselenggarakan oleh KPU dan FKUB Sulteng. (Antara/Muhammad Hajiji)

Iya, tokoh-tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, pimpinan majelis agama, sebelumnya telah mendeklarasikan menolak politik uang. Semua sepakat melawan politik uang
Palu (ANTARA) - Tokoh lintas agama di Sulawesi Tengah menolak praktik politik uang jelang pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Legislatif dan DPD Tahun 2019.

"Iya, tokoh-tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, pimpinan majelis agama, sebelumnya telah mendeklarasikan menolak politik uang. Semua sepakat melawan politik uang," ucap Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Dr H Muhtadin Mustafa, di Palu, Senin.

Muhtadin mengatakan, tokoh lintas agama di Sulawesi Tengah tidak sepakat dengan politik uang, termasuk politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

Komitmen itu, sebut dia, digaungkan oleh tokoh lintas agama dalam deklarasi mewujudkan pemilu damai, sehat dan bermartabat dalam kegiatan yang bertajuk 'gebyar kerukunan dan pendidikan pemilih' diselenggarakan oleh KPU dan FKUB Sulawesi Tengah.

Salah satu poin dalam deklarasi itu, urai Akademisi IAIN Palu itu berbunyi tokoh lintas agama mengajak seluruh komponen masyarakat beragama untuk menolak segala bentuk politik uang, mengeksploitasi isu-isu sara yang sangat berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Terkait hal itu Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg mengemukakan, dalam Islam sogok dan menyogok adalah perbuatan yang tidak di anjurkan.

"Islam melarang menyogok dan menerima sogok. Itu haram. Nah, sebagai umat yang beragama, laksanakan-lah anjuran agama dengan baik dan jangan melaksanakan larangan agama," katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat menilai, kegiatan praktek politik uang, merupakan suatu pembodohan yang dilakukan kepada masyarakat.

"Masyarakat jangan mau disogok. Mari kita menjaga nilai-nilai dan mewujudkan demokrasi ini dengan integritas, bermartabat," sebutnya.

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden diikuti dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.




Tokoh lintas agama, organisasi keagamaan dan majelis pimpinan agama mendeklarasikan pemilu damai, sehat dan bermartabat. Deklarasi itu di ikuti Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate dan Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke. Deklarasi itu berlangsung dalam kegiatan gebyar kerukunan dan pendidikan pemilih diselenggarakan oleh KPU dan FKUB Sulteng. (Antara/Muhammad Hajiji)


Baca juga: TGB ingatkan tokoh agama suarakan keaikan dalam berpolitik
Baca juga: KPU apresiasi tokoh agama wujudkan pemilu damai
Baca juga: Tokoh lintas agama di Sulteng sepakat wujudkan pemilu bermartabat
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar