Parigi Moutong gelar Festival Pranata Adat dan Budaya

id Festival adat, budaya, untuk perdamaian, Parigi moutong

Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu (Antaranews Sulteng/Humas Pemda)

Kita ingin melalui kegiatan ini dapat meminimalisir konflik di tengah masyarakat serta dapat memberikan kedamaian, kesejukan dalam berbangsa dan bernegara
Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan menggelar kegiatan tahunan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) bertajuk Festival Pranata Adat dan Budaya untuk Perdamaian, 9 April 2019.

"Selaku pemerintah, kita harus menyiapkan secara matang konsepnya dan kegiatan ini harus sukses," kata Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, di Parigi, Senin. 

Bupati menjelaskan, kegiatan adat dan budaya itu dipusatkan di Kecamatan Ampibabo, dan seluruh daerah di tanah air memiliki kewajiban melaksanakannya. 

Bupati memaparkan, kegiatan tersebut merupakan nawacita pemerintah pusat guna mendorong pembangunan berbasis adat istiadat dan kearifan lokal.

Selain itu juga mempererat rasa kekeluargaan, kegotongroyongan dan kebersamaan dalam bingkai persatuan sebagai upaya mewujudkan perdamaian serta keadilan sosial dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. 

"Kita ingin melalui kegiatan ini dapat meminimalisir konflik di tengah masyarakat serta dapat memberikan kedamaian, kesejukan dalam berbangsa dan bernegara," harapnya. 

Menurutnya, festival pranata adat dan budaya yang bertepatan dengan momen Pemilu sangat pas karena intensitas politik saat ini cukup tinggi yang berpotenai memecah belah masyarakat karena pandangan politik masing-masing. 

Sebagai masyarakat multi etnis, Parigi Moutong juga dijuluki bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbaur dalam keberagaman sebagai masyarakat majemuk. 

"Festival ini akan menampilkan atraksi seni dan budaya tradisional lokal dan beberapa kegiatan menarik lainnya," tuturnya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar