Wali Kota keluhkan lambatnya dana stimulan dan santunan duka

id Wali Kota Palu,Dana stimulan,Santunan duka,Lambat

Wali Kota Palu Hidayat memberikan keterangan pers kepada sejumlah media asing di sela-sela pertemuan dengan warga, lurah dan Camat Ulujadi di Bantaya Kelurahan Buluri Senin petang (1/1). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Saya rapat terakhir di Kemenkopolhukam itu belem jelas. Saya tidak tahu tidak jelasnya karena apa. Padahal presiden waktu ke Palu beberapa bulan lalu memerintahkan agar pembangunan huntara selesai dalam dua bulan tapi sampai sekarang belum selesai
Palu (ANTARA) - Wali Kota Palu Hidayat mengeluhkan penyaluran dana stimulan dan santunan duka bagi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang dijanjikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang hingga saat ini belum cair.



Di depan sejumlah media asing, warga dan lurah di Kecamatan Ulujadi, Senin petang, Hidayat menilai pemerintah pusat melalui kementeriannya lambat menyalurkan dana stimulan untuk rumah rusak dan santunan duka bagi korban bencana yang meninggal melalui ahli warisnya.



"Semua data-data baik itu data jumlah rumah rusak mulai dari rumah rusak berat, sedang dan ringan sudah kita berikan kepada pemerintah pusat. Data penerima santunan duka juga sudah kita berikan," kata Hidayat saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah media internasional, Senin petang.



Bahkan, Hidayat mengatakan telah menyerahkan data-data tersebut sejak dua bulan lalu namun hasil rapat terakhir dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkokumham) pekan kemarin belum menemui titik terang tentang kepastian waktu penyaluran dana bantuan tersebut.



"Saya rapat terakhir di Kemenkopolhukam itu belem jelas. Saya tidak tahu tidak jelasnya karena apa. Padahal presiden waktu ke Palu beberapa bulan lalu memerintahkan agar pembangunan huntara selesai dalam dua bulan tapi sampai sekarang belum selesai," jelasnya.



Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla sambungnya saat meninjau kondisi pengungsi dan progres pembangunan hunian sementara di Palu (31/1) menjanjikan dana stimulan segera cair dalam sepekan.



"Padahal saya sudah tandatangan SK (Surat Keputusan) tentang data-data penerima dana stimulan dan santuna  duka itu. Ini yang saya belum tahu kenapa sampai lambat di tingkat kementerian," herannya.



Dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak milik korban bencana yang berada di luar zona merah Zona Rawan Bencana (ZRB) dibagi dalam tiga jenis sesuai dengan tingkat kerusakan rumah para korban antara lain, Rp50 juta bagi runah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan.



Sementara santunan duka yang diberikan senilai Rp15 juta per korban jiwa melalui ahli waris korban.
 


Berdasarkan data terakhir, jumlah rumah baik rusak berat, sedang dan ringan di Kota Palu tidak kurang 55 ribu rumah sementara korban jiwa yang meninggal sebanyak 2.132 jiwa.



***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar