Lance Armstrong Mengaku Doping

id Lance Armstrong, doping, balap, sepeda

Lance Armstrong Mengaku Doping

Lance Armstrong (Reuters / Jean-Paul Pelissier)

Ini mungkin sudah terlalu terlambat bagi banyak orang dan ini memang kesalahan saya
New York (antaarsulteng.com) - Pebalap sepeda, Lance Armstrong, pada Kamis (17/1) mengaku menggunakan obat-obat terlarang dalam karier bersepedanya dalam wawancara ekslusif dengan Oprah Winfrey, pengakuan pertamanya setelah berkali-kali selalu menyanggah tuduhan doping.

Pebalap sepeda legendaris itu mengaku melakukan kecurangan saat meraih tujuh gelar juara Tour de France berturut-turut. Tahun lalu, doping membuat dia kehilangan gelar-gelar tersebut.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi kabel OWN milik Oprah, Armstrong yang menyebut dirinya sebagai bully (pengganggu) dan "berkarakter buruk" menjawab rangkaian pertanyaan tentang apakah dia menggunakan obat-obat terlarang dengan kata "Ya."

Dalam wawancara yang dilakukan di kediaman Armstrong di Austin, Texas, Oprah yang bertanya dengan cepat dan sedikit menekan kembali bertanya apakah Armstrong menggunakan spesifik obat seperti  erythropoietin, hormon pertumbuhan dan doping darah.

Menurut Reuters, Armstrong kembali menjawab pertanyaan tanpa ragu dan emosi. "Ya," katanya.

Ketika ditanya mengapa selama ini dia menyangkal tuduhan menggunakan doping, ia mengatakan, "Karena saya tidak mempunyai sebuah jawaban yang bagus."

"Ini mungkin sudah terlalu terlambat bagi banyak orang dan ini memang kesalahan saya. Saya melihat situasi ini sebagai sebuah kebohongan besar yang saya ulang berkali-kali," tambahnya.

Sebagai penyintas kanker yang menginspirasi jutaan orang dengan kisah kariernya yang bagai cerita dongeng, Armstrong mengaku tidak percaya bisa mencapai apa yang dia raih tanpa melanggar aturan di tengah budaya penggunaan obat-obat terlarang di dunia balap sepeda.

"Tidak di generasi waktu itu. Saya tidak menciptakan budaya ini tetapi saya juga tidak bisa menghentikannya," kata Armstrong seperti dikutip Reuters.

"Sangat sulit berbicara tentang budaya ini. Saya tidak ingin menuduh orang lain. Saya di sini untuk menjelaskan kesalahan saya," tambahnya. (M047)

Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar