Said Aqil: bangsa Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi

id Said Aqil

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (tengah), didampingi jajaran PBNU, dan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan), saat konferensi pers terkait resolusi yang dikeluarkan Centrist Democrat International (CDI) di Jakarta, Kamis (11/4/2019) (Zuhdiar Laeis)

Insya Allah, bangsa Indonesia sudah dewasa. Boleh beda pilihan, tetapi setelah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) selesai
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai bangsa Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi, termasuk menghadapi pesta demokrasi sebagai ajang lima tahunan.

"Insya Allah, bangsa Indonesia sudah dewasa. Boleh beda pilihan, tetapi setelah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) selesai," katanya, di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi kondisi masyarakat Indonesia menjelang Pilpres 2019 dan meyakini bangsa Indonesia tidak akan terpecah belah hanya karena berbeda pilihan.

Diakuinya, serangan hoaks mulai marak, tetapi ditegaskan Said bahwa hoaks dikutuk oleh Alquran.

Said mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Pemilihan Umum dan Pilpres 2019 sebagai pesta demokrasi yang berlangsung pada 17 April mendatang.

"Mari kita sukseskan pemilu, pesta demokrasi. Tunjukkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang dewasa dan sudah cukup matang berdemokrasi," kata Said.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada nomor urut 01 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada nomor urut 02.

Baca juga: PBNU setuju pembebasan Abu Bakar Baasyir
Baca juga: PBNU bersyukur KH Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar