Awas! potensi curang terjadi di masa tenang

id Pengawas pemilu,Pemilu,Bawaslu,Bawaslu Sulteng,Masa tenang

Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husein dan sejumlah anggota bawaslu mengecek kesiapan pengawas pemilu dalam acara apel siaga dalam rangka patroli pengawasan anti politik uang pada mada tenang tahun 2019 di Lapangan Vatulemo Kota Palu, Jumat sore (12/4). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Salah satu persoalan klasik lainnya yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi pilihan pemilih
Palu (ANTARA) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah Ruslan Husein mengimbau seluruh pengawas pemilu dari petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga provinsi untuk mewaspadai sejumlah potensi kecurangan yang terjadi saat memasuki masa tenang kampanye nanti.

"Masa ini merupakan fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa, termasuk di dalamnya Bawaslu dan peserta pemilu," katanya di Palu, Sabtu.

Hal yang sama juga ditegaskannya dalam acara apel siaga dalam rangka patroli pengawasan anti politik uang pada masa tenang pemilu 2019 di Lapangan Vatulemo Kota Palu, Jumat sore (12/4).

Di depan ratusan pengawas pemilu dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang hadir, dia mengungkapkan berdasarakan pengalaman yang terjadi pada beberapa kali pemilu sebelumnya, masa tenang baik dalam rangka pemilu kepala daerah maupun calon anggota legislatif cenderung diwarnai praktik-praktik kecurangan.

Kecurangan tersebut diantaranya politik uang, propaganda isu SARA, penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan antara sesama peserta pemilu. 

Bahkan tidak jarang terjadi benturan kekerasan antara pendukung peserta pemilu.

"Salah satu persoalan klasik lainnya yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi pilihan pemilih," ucapnya. 

Menurutnya politik uang jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi dan meruntuhkan harkat dan martabat manusia. 
Olehnya dia meminta seluruh jajaran pengawas pemilu agar bersama-sama masyarakat menolak dan melawan politik uang demi mewujudkan pemilu bersih, berintegritas dan bermartabat.

"Kita berdiri di sini sebagai tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu tahun 2019 di Sulteng. Selain bertujuan membunyikan alarm atas kesiapan pengawas dalam mencegah, gerakan patroli penngawasan ini dapat kita maknai sebagai gerakan etik dan moral," ucapnya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar