DSLNG - AJI Palu bekali jurnalis teknik penyelesaian masalah pers

id DSLNG,AJI PALU,JURNALIS LUWUK

Sejumlah jurnalis di Kota Luwuk mengikuti worskhop yang dilaksanakan PT.DSLNG dan AJI Kota Palu di Swissbelin Luwuk, Sabtu (13/4) (Antaranews Sulteng/Stevan Pontoh)

AJI Palu sedang mengadvokasi seorang jurnalis di Luwuk yang dilaporkan mendapat penganiayaan dari oknum kepolisian.
Luwuk (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu bekerja sama dengan PT. Donggi Senoro – LNG (DSLNG) menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu menggelar workshop advokasi jurnalis untuk puluhan pewarta di Kabupaten Banggai, yang berlangsung di Swissbelin Luwuk, Sabtu (13/4).

Kegiatan yang dilaksanakan sehari tersebut menghadirkan empat pemateri yakni Ketua AJI Palu Muhammad Iqbal dan Korwil AJI Indonesia Timur Iwan Lapasere yang membawakan materi terkait pendalaman kode etik jurnalistik dan kode perilaku jurnalis. Kemudian perwakilan LBH Pers Jakarta, Gading SH membawakan materi tentang cara advokasi hukum serta payung hukum yang melindungi pers dan jurnalis serta saksi ahli Dewan Pers di Sulawesi Tengah Ruslan Sangadji dengan materi terkait penyelesaian berbagai masalah pers dan jurnalistik berdasarkan pandangan dewan pers.

Ketua AJI Palu Muhammad Iqbal mengatakan pelatihan atau workshop tersebut dibuat untuk memberikan edukasi kepada jurnalis di Kabupaten Banggai. Dengan materi yang diberikan diharapkan para jurnalis bisa mengadvokasi diri ketika menghadapi persoalan terkait karya jurnalistik.

"Kita harapkan dengan adanya kegiatan ini, teman-teman jurnalis di Kabupaten Banggai dapat saling membantu dalam hal advokasi ketika ada persoalan yang menimpa rekan jurnalis,” ungkapnya.

Iqbal mengemukakan bahwa AJI Kota Palu selalu siap mengadvokasi dari dua sisi ketika ada laporan terkait persoalan jurnalistik di Kabupaten Banggai. Ia juga mengingatkan para jurnalis dapat bekerja secara profesional sesuai dengan kode etik yang sudah ditetapkan oleh Dewan Pers.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Kabid Humas Polda Sulteng, Iqbal menyebutkan bahwa AJI Palu sedang mengadvokasi seorang jurnalis di Luwuk yang mendapat penganiayaan dari oknum kepolisian, namun tidak merinci kasus yang dinilai mengkrininalisasi jurnalis tersebut.

Sementara itu, Ruslan Sangadji selaku Saksi Ahli Dewan Pers menyatakan bahwa persoalan jurnalistik sejatinya sudah jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, sebagai jurnalis yang baik sudah seyogyanya dalam menjalankan tugas tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Terkait adanya persoalan, kata Ruslan, Dewan Pers akan melakukan kajian dari dua sisi baik dari pelapor maupun pihak terlapor. Setelah kajian didapat barulah dewan pers menyatakan sikap. Dewan Pers tidak akan segan-segan untuk merekomendasikan sanksi kepada jurnalis yang ternyata tidak menjalankan tugas sesuai kode etik.
 
Foto bersama peserta advokasi jurnalis PT.DSLNG-AJI Palu di Luwuk, Sabtu (13/4) (Antaranews Sulteng/Steven Pontoh)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar