Bupati Banggai sesalkan kinerja KPU lambat distribusi logistik

id Pemilu Banggai,Herwin Yatim,pemilu

Anggota Forum Musyawarah Pimpinan Daerah turun tangan membantu KPU Banggai dalam mengatasi keterlambatan distribusi logistik Pemilu di daerah itu., Rabu (17/4/2019) (Foto: ANTARA News/Steven Pontoh)

Alasannya masih mampu dengan tenaga yang ada. Tapi hasilnya
Palu (ANTARA) - Bupati Banggai, Sulawesi Tengah, Herwin Yatim menyesalkan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kabupaten itu karena tujuh dari 23 kecamatan di daerah itu belum terdistribusi logistik pemilu hingga Rabu pagi.

"Keterlambatan terjadi disebabkan tidak profesionalnya manajemen KPU Banggai," kata Herwin melalui WhatsApp kepada Antara, Rabu.

Dia mengatakan sejak beberapa hari sebelumnya, Pemkab bersama unsur Forkompimda Banggai telah menawarkan jasa TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja untuk membantu distribusi logistik, namun ditolak.

"Alasannya masih mampu dengan tenaga yang ada. Tapi hasilnya," kata Herwin.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah TPS di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan belum mendapat logistik sehingga banyak pemilih yang pulang dan membubarkan diri dari TPS.

Sebagai kepala daerah, Herwin mengimbau masyarakat khususnya di tujuh kecamatan di daerahnya agar tetap tenang karena pemerintah akan menjamin hak warga untuk tetap bisa menyalurkan haknya.

"Sekarang kami semua turun tangan membantu sesuai aturan dan mekanisme yang ada sehingga KPU bisa menyalurkan logistik pemilu ke semua daerah itu," katanya.

Sebelumnya hingga H-1 pencoblosan, distribusi logistik baru mencapai 10 kecamatan dari 23 kecamatan di daerah itu.

Ketua KPU Banggai Zaidul Bahri Mokoagow mengemukakan hingga Selasa pagi, pendistribusian logistik baru mencapai 10 kecamatan, tapi dia optimistis pendistribusian selesai sebelum waktu pencoblosan.

"Kecamatan terjauh seperti Nuhon, Simpang Raya, Bunta dan Balantak sudah terkirim. Tadi diberangkatkan lagi untuk wilayah dataran Toili. Jadi tinggal wilayah terdekat yang akan kami salurkan," kata Zaidul.***




 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar