Apindo: Pascapemilu ekonomi Sulteng bergeliat kembali

id Apindo,Ekonomi Sulteng

Dari Kiri ke kanan: Direktur Yayasan Lembaga KOnsumen Indonesia (YKI) Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto, Kabag Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulteng Syaifuddin Lahase, Ketua Pansus Penghapusan Hutang DPRD Sulteng Muharram Nurdin, dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu Mohammad Iqbal berbicara pada Bincang Santai bertema "Penghapusan Hutang Horban Bencana, Mungkinkah?" di Palu, Senin (3/12/2018). Bincang Santai yang digelar media berbasis Medsos Kabar Sulteng Bangkit itu digelar untuk membuka ruang atas wacana penghapusan hutang bagi korban gempa bencana di Palu dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Basri Marzuki /hp.


Harapan kita paling besar itu ada di industri kecil kecil dan menengah. Kita harus belajar pada krisis 1998, hanya IKM yang bisa bertahan
Palu (ANTARA) - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sulawesi Tengah Achrul Udaya memprediksi pascapemilu 2019 denyut ekonomi di provinsi penghasil kakako tersebut akan kembali bergeliat setelah sebelumnya redup akibat gempa, tsunami dan likuefaksi.

"Pesta demokrasi cukup besar pengaruhnya, sehingga pelaku usaha yang ingin berinvestasi 'wait and see'. Mereka menunggu kondisi pascapemilu," katanya di Palu, Senin.

Dia mengatakan pascabencana alam yang melanda tiga daerah terparah yakni Kota Palu, Donggala dan Sigi, pada 28 September 2018, ekonomi di daerah itu belum benar-benar bangkit khususnya industri kecil menengah.

Dia mengatakan Apindo sangat berharap ekonomi di Sulawesi Tengah pascapemilu kembali bergeliat karena adanya kepastian keamanan, sehingga pelaku usaha yang ingin berinvestasi tidak segan lagi mengucurkan modalnya.

"Peran perbankan tentu kita harapkan ikut aktif dalam membangkitkan ekonomi di daerah ini," katanya.

Salah satu sektor usaha yang diperkirakan tumbuh adalah industri kecil menengah yang paling banyak digerakkan masyarakat. 

Achrul mencontohkan pelaku usaha perkebunan di Kabupaten Donggala khususnya di wilayah Donggala utara memiliki keinginan besar untuk mengembakan usaha pertaniannya, namun terkendal pada aspek pasar.

Dia memperkirakan pascapemilu para pelaku usaha tersebut akan mengembakan usahanya dan ditopang dengan modal perbankan. 
  
"Harapan kita paling besar itu ada di industri kecil kecil dan menengah. Kita harus belajar pada krisis 1998, hanya IKM yang bisa bertahan," katanya.

Sementara itu Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2019 akan membaik namun secara keseluruhan diprakirakan akan lebih rendah dibanding 2018. 

Dengan mempertimbangkan indikator ekonomi domestik, kondisi ekonomi serta perkembangan konstelasi global, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2019 diprakirakan mengalami perbaikan dalam kisaran 6,3-6,7 persen (yoy). 

Sedangkan untuk keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah diprakirakan sedikit melambat dalam kisaran 6,0-6,4% (yoy).***
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar