IAIN Palu butuh kelas belajar pascagempa

id IAIN Palu,Rehabilitasi gempa

IAIN Palu butuh kelas belajar pascagempa

Mahasiswa IAIN Palu antusias mengikuti proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas-kelas darurat, Rabu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, membutuhkan bantuan kelas belajar untuk pemulihan dan peningkatan kualitas akademik pascabencana gempa dan tsunami menerjang kampus tersebut.

"Iya, kita butuh bantuan kelas belajar, karena saat bencana tsunami menerjang banyak bangunan gedung termasuk kelas belajar rusak diterjang tsunami," ucap Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Palu, Dr Kamaruddin, di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan,  saat bencana gempa dan tsunami menerjang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tersebut, kurang lebih 50 kelas terdampak sehingga rusak berat tidak layak di gunakan untuk proses belajar dan mengajar.

Pantauan Antara di IAIN Palu, Rabu, proses belajar dan mengajar setelah tujuh bulan bencana, masih berlangsung di kelas-kelas darurat.

Selain berlangsung di kelas darurat, perkuliahan juga berlangsung di teras-teras gedung, bahkan ada sebagian dosen dan mahasiswa melangsungkan proses belajar dan mengajar di gedung bekas terdampak tanpa dinding.

"Seperti itulah kondisi sementara atau kondisi pascatsunami menerjang IAIN Palu. Karena itu kami harus akui bahwa IAIN Palu butuh bantuan kelas belajar," ujar dia.

Dia mengatakan bahwa kelas belajar sangat mendesak dibangun agar proses perkuliahan bisa lebih baik.

Kondisi IAIN Palu pascatsunami yang porak-poranda telah ditinjau oleh pejabat negara meliputi beberapa kementerian, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Wakil Presiden, dan Bappenas.

"Yang terakhir meninjau yaitu dari pihak Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, kami sangat berharap agar Bappenas dapat membantu IAIN Palu dalam upaya pemulihan," sebut dia.
Kondisi IAIN Palu pascatujuh bulan tsunami menerjang perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) tersebut, Rabu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar