Ketua MUI Palu jadi pembicara seminar perayaan Paskah Nasional

id Paskah Nasional,MUI,Poso,FKUB

Ketua MUI Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg menjadi salah satu pembicara pada perayaan selamat Paskah Nasional di Kabupaten Poso, Kamis (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Indonesia adalah laboratorium kerukunan umat beragama, demikian ungkapan Andrea Riccardi dalam pidatonya yang bertema “The Unity in Diversity: The Indonesian Model for a Society in which to Live Together", pada pembukaan seminar international di Roma
Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin MAg, menjadi salah satu pembicara pada seminar kerukunan dan pembangunan manusia dalam rangka perayaan Paskah Nasional di Kabupaten Poso, Kamis (9/5).

Zainal Abidin menyampaikan materi tentang moderasi beragama dalam perspektif kebangsaan. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah itu memaparkan materi moderasi beragama di hadapan ratusan pimpinan majelis gereja dalam perayaan Paskah Nasional.

Dalam materi tersebut, disebutkan bahwa Indonesia adalah laboratorium kerukunan umat beragama, demikian ungkapan Andrea Riccardi dalam pidatonya yang bertema “The Unity in Diversity: The Indonesian Model for a Society in which to Live Together", pada pembukaan seminar international di Roma 4 Maret 2009.

Ungkapan itu tidaklah berlebihan mengingat Indonesia sebagai sebuah negara multikultural dan multireligius mampu memperlihatkan diri sebagai negara yang relatif stabil dan harmonis dalam hal hubungan antar umat beragama.

Indonesia adalah sebuah negara yang dipandang istimewa, sebagai tempat persandingan keberagaman dimana agama-agama besar dunia berkembang dengan subur, saling toleran tanpa adanya sikap saling meniadakan. Berbagai peninggalan peradaban agama terdahulu tidak pernah disia-siakan atau dihancurkan melainkan dihargai, bahkan dianggap sebagai simbol kekayaan bangsa.

Zainal Abidin menyebut moderasi beragama, bukan moderasi agama. Sebagai titik tekan bahwa moderasi yang di maksud adalah, moderasi dalam praktek kehidupan beragama. Bukan moderasi pada doktrin ajaran agama itu sendiri yang bisa menggiring pada relativisme agama.

"Yang ingin kita tuju adalah kerukunan yang tidak perlu mengorbankan keyakinan, dan kemurnian masing-masing agama," ucap Zainal.

Zainal di panel dengan empat pemateri lainnya yaitu Dirjen Bimas Kristen Thomas Kementerian Agama RI, Pentury Pendeta, Dr Inge Handoko, Ketua Sekolah Tinggi Theologi Kristen Tentena, Pendeta Dr Lian Pandele, Kasal Laksama TNI Yusuf Waasop.

Seminar kerukunan dan pembangunan manusia merupakan salah satu rangkaian dari kirab obor Paskah Nasional di Kabupaten Poso. Paskah Nasional di Kabupaten Poso mengangkat tema Karya Terbesar Sintuwu Maroso.
Ketua MUI Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg berbincang bincang dengan Wakil Bupati Poso T Samsuri di Rumah Jabatan Bupati Poso, sebelum memaparkan materi pada seminar kerukunan dan pembangunan manusia dalam rangka perayaan Paskah Nasional, Kamis. (Antaranews/Muhammad Hajiji)
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar