Diduga kesalahan tekhnis, 12 rekening ahli waris korban bencana kosong

id Korban gempa,santunan

Sejumlah warga korban bencana gempa dan tsunami berjualan menu berbuka puasa (takjil) pada lapak yang didirikan disekitar rumah mereka yang rata dengan tanah di Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (14/5/2019). . ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)

Kami perlu data dan nomor rekening, sejauh ini satu sample yang diberikan kepada kami itu ada dananya cuman karena kesalahan tekhnis belum dicetak di buku
Palu (ANTARA) - Sebanyak 12 rekening santunan duka korban gempa, tsunami dan likuefaksi Palu, Sigi dan Donggala di Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, kosong setelah dibagikan oleh pihak kecamatan.

Hal tersebut diketahui setelah adanya protes sejumlah warga di Kantor Kecamatan Palu Timur, saat berlangsung pembagian buku tabungan santunan duka, Senin (13/5).

Dalam penjelasannya kesejumlah wartawan di Kota Palu, salah satu ahli waris yakni Baharuddin, mengaku, telah melayangkan protes kepada pihak Bank Mandiri atas kekosongan rekening miliknya.

“Tapi kita cuman disuruh menanyakan tentang kekosongan ini ke Dinas Sosial Kota Palu, tidak ada diterangkan ” kata Baharuddin.

Sementara itu, ATF Manager Bank Mandiri cabang Palu, Tono Subagyo mengaku ada kesalahan tekhnis dalam proses percetakan buku rekening tersebut. Namun ia memastikan bahwa isi dari rekening tersebut ada. 

"Kami perlu data dan nomor rekening, sejauh ini satu sample yang diberikan kepada kami itu ada dananya cuman karena kesalahan tekhnis belum dicetak di buku," ujarnya. 

Ia juga mengimbau untuk melaporkan kepada pihak Bank Mandiri jika ada data terkait rekening yang masih kosong yang diterima oleh warga. 

"Namun demikian jika ada data lagi, tolong kami diberikan informasi nomor rekening atau fotocopy dari bukunya itu, untuk kita klarifikasi dan akan periksa di sistem," tambahnya.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar