Gubernur gandeng Ketua FKUB safari Ramadhan

id Pemprov Sulteng,Gubernur Sulteng,FKUB Sulteng,MUI Palu

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyerahkan bantuan kepada pegawai syara Masjid Hidayatul Muttaqien di Desa Tahuti Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Rabu malam. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Kegiatan ini untuk peningkatan sumber daya manusia utamanya tentang hikmah Ramadhan atau nilai-nilai puasa...
Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melibatkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng dalam safari Ramadhan di Kabupaten Morowali.

 Pelibatan itu untuk memaksimalkan pembinaan kerukunan, yang berdampak pada perdamaian dan ketentraman serta untuk peningkatan pemahaman keagamaan lewat momentum Ramadhan.

 "Kegiatan ini untuk peningkatan sumber daya manusia utamanya tentang hikmah Ramadhan atau nilai-nilai puasa, salah satunya tentang pembentukan dan pemantapan moral dan aqidah dengan tujuan peningkatan kualitas kerukunan," ucap Prof Dr H Zainal Abidin MAg, Rabu.

Gubernur dan Prof Zainal Abidin mengunjungi Masjid Hidayatul Muttaqien di Desa Tahuti Kecamatan Bungku Tengah, Rabu malam. Zainal Abidin mengemukakan salah satu dari tujuan Ramadhan yakni untuk meningkatkan ketaqwaan umat Islam.

"Sesuai dengan ayat tentang puasa, bahwa puasa bertujuan untuk bertaqwa," katanya. Pernyataan mengutip Firman Allah dalam Surah Albaqarah Ayat 183 yang berbunyi "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,".

Rektor Pertama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu mengutarakan ada dua syarat utama untuk mencapai taqwa. Pertama, sebut Rois Syuria Nahdlatul Ulama Sulteng ini bahwa, kepercayaan, keyakinan atau iman. Adalah percaya bahwa Tuhan mengontrol manusia atau selalu ada dalam kehidupan manusia.

"Yaitu percaya Tuhan selalu hadir dimana saja kita berada dan kapan saja. Maka kita akan selamat," sebut Guru Besar Pemikiran Islam Modern itu. Kedua, Ketua MUI Kota Palu ini menjelaskan, introspeksi diri. Momentum Ramadhan perlu dimanfaatkan untuk merefleksi diri agar mencapai taqwa. "hisaban atau introspeksi diri, iktikaf atau merenung tentang diri kita," urai Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu.

Dia mengatakan dalam Islam banyak pandangan, pendapat dan penafsiran terhadap pengertian taqwa. Salah satunya ialah, kata dia, ulama menyebut kata 'Taq' di awal kata taqwa, merupakan Tawaqqal. Oleh karena itu umat Islam jangan terjebak atau berpatokan pada satu pendapat.

"Ada banyak pendapat, terserah mau ikut pendapat yang mana. Asalkan, tidak saling menyalahkan. Karena semua pendapat memiliki dasar yang kuat," sebutnya.
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyampaikan sambutan Masjid Hidayatul Muttaqien di Desa Tahuti Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, dalam safari ramadhan Pemprov Sulteng di masjid tersebut, Rabu malam. (Antaranews/Muhammad Hajiji)
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar