Masyarakat tidak perlu kuatir, pedagang Palu jamin kebutuhan daging

id Sapi Sulteng,Pasar Manonda

Salah satu aktivitas pedagang daging sapi di Pasar Manonda, Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)

Soal stok masih cukup, tetapi harga sedikit mengalami kenaikan khususnya pada daging ayam
Palu (ANTARA) - Sejumlah pedagang di Kota Palu, menjamin ketersedian daging ayam maupun sapi dan kambing cukup untuk Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

"Soal stok masih cukup, tetapi harga sedikit mengalami kenaikan khususnya pada daging ayam," kata Sohri, seorang pedagang di kawasan Pasar Induk Tradisional (PIT) Manonda Palu, Selasa.

Ia mengatakan khusus daging sapi tidak perlu dikhawatirkan, sebab ternak sapi potong produksi peternak lokal cukup memadai.

Bahkan, Sulteng hingga kini masih mengirim sapi potong untuk kebutuhan masyarakat di Kalimantan Timur.

Syahril, seorang pengusaha ternak sapi potong di Palu mengatakan stok cukup memadai, sebab Sulteng termasuk daerah penghasil ternak sapi potong di kawasan timur Indonesia.

Rata-rata sapi potong yang diperdagangkan di Palu adalah produksi peternal lokal di beberapa daerah di Sulteng.

Kabupaten Banggai merupakan kabupaten penghasil ternak sapi potong terbesar di Provinsi Sulteng.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola telah mencanangkan program satu juta ekor sapi potong hingga 2021.

Saat ini jumlah populasi ternak sapi potong di Sulteng sekitar 500 ribu ekor.

Harga daging sapi segar di pasaran Kota Palu saat ini berkisar Rp110.000/kg dan daging beku Rp80.000/kg. 

Sementara itu stok ayam potong sudah berkurang, karena pascabencana alam gempabumi dan tsunami serta likuefaksi yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi pada 28 September 2018.

Hingga saat ini peternak ayam di daerah itu belum menjalankan usahanya. Umumnya usaha mereka rusak terutama kandang ayam banyak yang hancur, sementara di satu sisi, mereka tidak memiliki modal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam.

Salah satu faktor yang menyebabkan harga ayam potong di pasaran Kota Palu naik tajam, karena harus mendatangkan dari luar daerah yakni Sulsel dan Sulbar.

Ny Sri, pedagang ayam di Kawasan PIT Masomba Palu, membenarkan ayam potong yang dijual di pasaran dipasok dari daerah Sulsel dan Sulbar.

Di Palu, katanya, stok ayam potong sangat kurang, sebab baru beberapa peternak yang sudah kembali membuka usaha peternakan pascagempa. 

Harga ayam potong di Kota Palu naik dari sebelumnya Rp50.000/ekor, kini menjadi Rp65.000/ekor.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar