Kapolres: Jadikan momen buka puasa sebagai perekat ukhuwah

id Polres, buka puasa, ukhuwa, parigi

Suasana buka puasa bersama di Mapolrea Parigi Moutong di hari ke 16 puasa di bulan suci ramadhan 1440 Hijriah 2019, Selasa (21/5). (Antaranews/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Kapolres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah AKBP Zulham Efendy Lubis mengatakan momen buka puasa bersama harus dijadikan sebagai perekat ukhuwah islamiyah.

"Tidak ada hal yang baik selain mempersatukan umat dalam merawat kebhinekaan untuk kebaikan bangsa dan negara, " katanya saat menyampaikan sambutanya pada buka puasa bersama dan qultum kebangsaan untuk perdamaian di Mapolres Parigi Moutong, Selasa petang.

Buka puasa bersama dihadiri sejumlah pejabat daerah di kabupaten itu, ormas beserta segenap jajaran Polres Parigi Moutong.

Menurut Kapolres momen buka puasa bersama bukan hanya sekedar untuk melepas dahaga dalam menjalankan ibadah puasa sebagai kewajiban seorang umat muslim. 

Dia juga berpesan, pascarekapitulasi hasil Pemilu 2019 di tingkat kabupaten hingga pusat jangan lagi ada perselisihan antarsesama anak bangsa karena hanya beda pilihan. 

"Mari kita bersatu menjaga keutuhan bangsa, apa lagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, mari eratkan kembali persatuan dan kesatuan, " ujar Zulham. 

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar melawan isu-isu yang menyesatkan dan berita bohong atau hoax termasuk menghindari ujaran kebencian. 

"Kami pastikan tidak ada gerakan "people power" pascapemilu di Parigi Moutong," tambahnya. 

Perwakilan MUI Parigi Moutong Ustad Ali Husen penyampaikan qultum kebangsaan, mengajak seluruh masyarakat agar mejaga situasi yang kondusif demi terciptanya kemanan dan ketenraman dalam menjalankan setiap aktivitas. 

Dia juga menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang sengaja digulirkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indoneaia.

"Jika ada keberatan-keberatan selama pelaksanaan Pemilu silahkan menempuh jalur hukum, karena negara kita adalah negara hukum, " tutur Ali Husen.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar