Polres Palu ungkap 35 kasus narkoba dengan 44 tersangka

id polres palu narkoba

Wakapolres Palu Kompol Basrum Sychbutuh, SH, tengah, didampingi Kasat Narkoba Polres Palu Iptu Stefanus Sanam kanan, dan Paur Humas Polres Palu Aipda I Kadek Aruna kiri, dalam konfrensi pers, di Mapolres Palu, Kamis (23/5). (Antara/Sulapto Sali)

Jumlah itu melebihi dari target kami satu tahun yang hanya tujuh kasus
Palu (ANTARA) - Polres Palu telah mengungkap sebanyak 35 kasus narkoba dengan tersangka sebanyak 44 orang sepanjang tahun 2019.

“Januari sampai dengan Mei ini sudah ada sekitar 35 kasus yang kami ungkap, tersangkanya sekitar 44 orang,” kata Kapolres Palu AKBP Mujianto, S.IK, melalui Kasat Narkoba Iptu Stefanus Saman, di Mapolres Palu, Jumat.

Stefanus katakan, Mei ini saja, Satuan Reserse Narkoba Polres Palu telah mengungkap sembilan kasus narkoba, dengan barang bukti hampir mencapai setengah kilogram. 

“Babuk untuk bulan Mei saja hampir setengah kilogram, kalau babuk dari Januari sampai Mei ini saya belum hitung," katanya.

Kasus paling banyak terjadi di bulan Mei sebanyak sembilan kasus dan sudah ditangani. 

"Jumlah itu melebih dari target kami satu tahun yang hanya tujuh kasus,” tegasnya.

Dia menduga, meningkatnya tindak pidana penyalahgunaan narkoba di bulan ini, karena para pelaku penyalahguna narkoba mau memanfaatkan bulan puasa yang memperkirakan kepolisian sedang sibuk. 

“Mungkin mereka pikir di bulan puasa ini polisi aman terkendali, jadi mereka beraksi,” ujarnya.

Stafanus katakan, puluhan kasus narkoba ini diungkap dari beberapa wilayah Kota Palu yang selama ini beberapa titik dinilai rawan adanya penyalahgunaan barang haram narkoba.

“Ada beberapa titik rawan yang memang jadi pusat target kita. Masih dari situ yang banyak diungkap kasus narkoba. Ada juga di tempat-tempat yang lain, namun yang jadi perhatian di tiga titik itu,” ujar Stefanus, yang engkan menjelaskan titik-titik yang dimaksud.

Stefanus ungkapkan, dari 35 kasus itu semuanya narkoba jenis sabu, sementara  44 tersangkanya beberapa diketahui sebagai residivis, termasuk salah satu dari tiga orang yang baru ditangkap.

“Masyarakat sudah muak dengan peradaran narkoba. Mereka sering memberi informasi kepada polisi tentang kejahatan narkoba baik di lingkungan mereka maupun di tempat-tempat lain. Makanya kami tidak henti-henti mengajak masyarakat perangi narkoba karena bahayanya barang haram ini,” tandasnya.***
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar