2.000 paket iftar dari Turki untuk korban bencana Sulteng

id act sulteng

Sejumlah warga pengungsi korban gempa dan likuefaksi beraktivitas di shelter atau hunian sementara mereka yang didirikan oleh Lembaga Kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (31/3/2019). (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan dua ribu paket iftar atau makanan berbuka puasa dari negara Turki untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah. 

Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan oleh ACT cabang Sulawesi Tengah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan asal Turki, Hayrat Yardim yang berpusat di Istambul.

Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah, Jumat mengemukakan dua ribu paket iftar tersebut disalurkan langsung kepada korban bencana alam yang tinggal di hunian nyaman terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS-ACT) yang tersebar di wilayah Kota Palu, Donggala dan Sigi.

Nurmarjani mengatakan ribuan warga yang tinggal di hunian tersebut sangat membutuhkan uluran tangan kita semua, apalagi para penyintas tersebut kini tidak bisa lagi bertani karena lahan pertanian mereka kekeringan.

"Dua ribu paket iftar itu akan didistribusikan selama empat hari. Dalam sehari sebanyak lima ratus paket yang didistribusikan," katanya di sela-sela distribusi paket iftar di Desa Lolu, Kabupaten Sigi.

 Salah seorang penerima manfaat paket iftar di Desa Lolu, Rina (35) mengatakan pascagempa bumi dan likuefaksi yang melanda wilayah Sigi, tidak hanya meluluhlantakkan rumah warga namun juga berdampak pada produksi pertanian.

 "Keuangan kami tidak seperti dulu sebelum gempa. Suami saya tidak bisa bekerja pertanian lagi karena lahan persawahan kami kekeringan akibat irigasi peraian rusak parah. Sekarang suami saya itu hanya kerja serabutan dan biasanya jadi buruh bangunan,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan Hayrat Yardim Indonesia, Rakhmat Abriel Kholis mengatakan ribuan paket iftar itu merupakan donasi dari warga Turki untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

 "Saya melihat kondisi terkini di Kota Palu,Donggala dan Sigi pacabencana alam masih sangat butuh bantuan dari kita semua. Saya mengajak semua lembaga kemanusiaan baik di dalam maupun luar negeri untuk kembali datang ke Sulawesi Tengah untuk membantu para korban bencana alam," kata dia

Selain paket Iftar, sebanyak seratus lima puluh paket bahan makanan berupa beras serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga disalurkan kepada penyintas yang tinggal di ICS Lolu, Kabupaten Sigi.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar