Santunan duka korban gempa 2018 di Parigi sudah cair

id Bantuan duka, korban bencana, Parigi, sulteng

Santunan duka korban gempa 2018 di Parigi sudah cair

Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai (Kanan) menyerahkan buku rekening kepada salah seorang ahli waris penerima dana santunan duka, di ruang kerjannya.(ANTARA/Moh Ridwan)

Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengalokasikan dana santunan duka untuk korban gempa meninggal dunia di kabupaten itu sebesar Rp225.000.000, masing-masing ahli waris menerima Rp15.000.000.
Parigi (ANTARA) - Dana santunan duka korban gempa 28 September 2018 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sudah dicairkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial kepada masing-masing ahli waris di kabupaten itu.

Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai, di Parigi, Rabu mengatakan, saat ini penerima ahli waris telah membuka rekening di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Parigi sebagai salah satu syarat.

"Bantuan ini kiranya dapat meringankan beban mereka dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, " ujar Badrun.

Gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter di sertai tsunami dan likuefaksi yang memorak porandakan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala pada akhir September tahun lalu sedikitnya menelan 15 korban jiwa di Parigi Moutong.

Dari peristiwa tersebut, 18 orang luka-luka terdiri atas anak-anak, orang dewasa dan lansia. Kemudian empat orang dinyatakan hilang dan 3.000 warga Parigi mengungsi ke pengungsian saat itu, termasuk sejumlah umun dan perkantoran rusak.

"Saat ini sedang proses pemulihan infrastruktur. Kalau pengurusan rekening di bank sudah selesai maka dana santunan secepatnya di transfer ke rekening masing-masing ahli waris, " tutur Badrun yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan Parigi Moutong.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengalokasikan dana santunan duka untuk korban gempa meninggal dunia di kabupaten itu sebesar Rp225.000.000, masing-masing ahli waris menerima Rp15.000.000.

Besaran dana diterima ahli waris sama seperti dana santunan duka yang diterima ahli waris di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala yang lebih awal di cairkan pemerintah.

Wabub berharap agar data-data yang digunakan dalam penyaluran bantuan santunan duka dimasukkan dalam basis data terpadu, sehingga nantinya dapat mempermudah penyaluran bantuan di masa yang akan datang, jika ada.

Di Sulawesi Tengah, penerima dana santunan duka atau santunan ahli waris korban gempa, tsunami dan likuefaksi tahap pertama sebanyak 1.906 jiwa dengan total anggaran disediakan pemerintah sebanyak Rp28,590 miliar.

Pejabat Dinas Sosial Parigi Moutong Ariesto mengatakan, Parigi Moutong di pastikan tidak menerima bantuan sosial berupa jaminan hidup (Jadup) korban bencana, karena kabupaten tersebut tidak ada hunian sementara (Huntap) disediakan pemerintah, berbeda denan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Parigi Moutong hanya daerah terdampak dan kerusakan tidak seperti di tiga daerah terparah, sehingga kebijakan pemerintah hanya menjanjikan dana stimulan dan santunan dukua, " tutur Ariesto.

berdasarkan hasil verifikasi dan validasi dilaksanakan pemerintah Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah total korban meninggal maupun hilang akibat gempa, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 sebanyak 4.402 jiwa.

Baca juga: Santunan duka untuk 1.383 korban bencana Palu sedang disalurkan bank
Baca juga: Santunan duka korban bencana Sulteng sudah bisa diambil di bank
Baca juga: Bupati Sigi harap pemerintah pusat segera cairkan dana stimulan

 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar