Pengamat medsos: Ibu Ani Yudhoyono tampilkan sisi humanis di Instagram

id ani yudhoyono,Susilo bambang yudhoyono,bu ani wafat

Pengamat medsos: Ibu Ani Yudhoyono tampilkan sisi humanis di Instagram

Ani Yudhoyono (kanan) tampak membawa kamera saat melakukan kunjungan dinas bersama Presiden Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (tengan) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (19/10). (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat media sosial Enda Nasution menilai Ialmarhumah Ani Yudhoyono sebagai pelopor tokoh negara pengguna media sosial Instagram yang menampilkan sisi humanis sebagai pendamping Presiden Keenam Indonesia dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Enda menilai aktivitas Ani dalam menbagikan hasil fotografinya di media sosial Instagram memiliki dampak positif bagi masyarakat, dan dapat menciptakan kedekatan secara emosional dengan para pengikutnya melalui kirimannya maupun saat menanggapi warganet di kolom komentar.

"Berbeda dengan tokoh negara yang menjadikan akunnya sebagai media komunikasi resmi, kehadiran Ibu Ani Yudhoyono adalah sebagai seorang pribadi yang bercerita melalui foto-fotonya, dan cerita keluarganya dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat Indonesia," ujar Enda di Jakarta, Sabtu (1/6).

Selain itu, Enda menilai kegiatan Ani Yudhoyono di Instagram sebagai "digital immigrant" atau pendatang baru digital teknologi dari nol, adalah sebuah terobosan.

Sebab, ia tidak mencampuradukkan kirimannya di Instagram dengan bahasan politik atau kebijakan negara, saat ia pernah menduduki jabatan penting sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat maupun sebagai Ibu Negara.

Terlebih lagi, isi kiriman Ani Yudhoyono lebih menggambarkan sisi humanis SBY sebagai pemimpin keluarga dan partainya, hingga yang terkini soal kesehariannya mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit National University Hospital Singapura.

"Terobosan itu dalam arti beliau tidak membuat akun Instagram karena politik, tetapi justru sebagai saluran informasi pribadi yang lebih bebas. Pesan yang disampaikan adalah beliau sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri," ujar Enda.

"Saya rasa itu pilihan yang secara sadar diambil dan itu lebih bijak, karena tidak membuka ruang untuk perdebatan politik melainkan betul-betul media sosialnya yang berfungsi sebagai akun pribadinya saja," tandasnya.

Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo atau Ani Yudhoyono, Ibu Negara periode 2004-2014, wafat pada pukul 11.50 WIB Sabtu (1/6).

Menurut kabar yang diterima ANTARA, hari ini jenazah akan disemayamkan di KBRI Singapura untuk dimandikan dan dishalatkan.

Jenazah akan disemayamkan hingga Minggu (2/6) besok pukul 06.00 Waktu Singapura (atau jam 05.00 WIB)

Jenazah akan dibawa pukul 07.00 Waktu Singapura (atau pukul 06.00 WIB) memakai pesawat angkut Hercules bernomor C-130 menuju Landasan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 08.00 WIB.

Setelah penyambutan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, jenazah akan langsung dibawa dengan mobil ambulans menuju rumah duka di Cikeas untuk dishalatkan lagi seusai shalat dzuhur.

Jenazah Ani kemudian akan dimakamkan dengan upacara militer sekitar jam 13.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar