Ribuan Ummat Kristen Gelar Doa Khusus Untuk Indonesia

id Doa, Kenaikan Isa, Sulteng

Ribuan Ummat Kristen Gelar Doa Khusus Untuk Indonesia

Umat Kristen bersiap mengikuti Doa Akbar Sedunia atau World Prayer Assembly 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Kamis petang (17/5). (ANTARA)

Gubernur Longki Djanggola mengaku bangga karena umat Kristen di Kota Palu berkumpul untuk berdoa bersama secara khusus bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah."
Palu - Sedikitnya 2.000 orang warga Kristiani di Kota Palu memadati grand ball room Hotel Silk Stone Palu, Kamis malam, untuk memanjatkan doa secara khusus bagi kesejahteraan Indonesia, sehubungan dengan Peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih, 17 Mei 2012.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, MSi yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Drs H Suaib Djafar, MSi memberikan sambutan sebelum enam orang pemimpin gereja di Ibu Kota Sulawesi Tengah ini tampil memimpin do'a untuk pemerintah Indonesia dan Pemprov Sulawesi Tengah, anak-anak, pemuda dan remaja, tenaga kerja, pendidikan dan kesejahteraan rakyat serta media massa.

Do'a bersama ini dilaksanakan secara serentak di 339 kota di Indonesia, yang dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta, termasuk tujuh kota/kabupaten serta dua kota kecamatan di Sulawesi Tengah.

Gubernur Longki Djanggola mengaku bangga karena umat Kristen di Kota Palu berkumpul untuk berdoa bersama secara khusus bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.

"Saya berharap doa bersama ini akan semakin mempererat kerukunan antarummat beragama dan semakin meningkatkan ketaatan umat Kristiani dalam beribadah kepada Tuhan," ujarnya.

Sulawesi Tengah, kata Longki, yang pernah dilanda konflik horizontal harus terus memupuk dan memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan, karena bila kerukunan ini dibiarkan longgar maka bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab untuk menimbulkan konflik baru di kalangan masyarakat.

Sementa itu, Pemimpin Gereja Bala Keselamatan Sulawesi Tengah Pdt. Mayor Usmani dalam khotbahnya mengemukakan bahwa Indonesia dewasa ini dilanda banyak masalah baik politik, sosial, ekonomi, hukum dan keadilan, khususnya korupsi yang telah melanda pemerintahan bahkan lembaga-lembaga keagamaan.

"Namun demikian, Tuhan pasti akan memulihkan bangsa ini bila orang-orang yang percaya kepada Allah di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus bersatu untuk berdo'a sesuai kehendak Tuhan," ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Freddy Polo mengemukakan, pertemuan doa yang merupakan rangkaia doa sedunia (World Prayer Assembly) ini diharapkan akan mempercepat terjadinya transformasi di Indonesia dalam segala bidang dan seluruh bangsa semakin takut kepada Allah dan meninggalkan tabiat-tabiat dosa yang menyebabkan bangsa ini mengalami keterpurukan. 

Acara doa bersama yang berlangsung selama tiga jam itu dimeriahkan dengan tari-tarian dan pujian yang dipersembahkan oleh berbagai kelompok paduan suara dan tari rebana dari berbagai denominasi gereja di kota berpenduduk sekitar 350.000 jiwa ini. (R007)

Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar