Prajurit 711/Raksatama Bhakti Sosial di posko pengungsi Balaroa

id Yonif 711,TNI

Danyonif 711/Rks Letkol Inf Fanny Pantouw di tengah-tengah pengungsi korban gempa dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Rabu (12/6). Bhakti sosial itu juga Fanny menyerahkan bantuan korban bencana alam di Balaroa dan di Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu. (Antara/Sulapto Sali)

Ungkapan syukur Purna tugas kami, kali ini tidak digelar dengan panggung prajurit, namun ucapan syukur kami, diwujudkan dengan berbagi suka di posko pengungsian dan Panti Asuhan
Palu (ANTARA) - Prajurit TNI AD Yonif 711/Raksatama melaksanakan bhakti sosial di posko pengungsian korban gempa bumi dan likuefaksi di Balaroa, Kota Palu. Sulawesi Tengah. 

"Ini wujud kepedulian terhadap sesama, kami melihat masih banyak masyarakat korban likuefaksi di Balaroa, Kecamatan Palu Barat yang mengungsi dan tinggal di tenda-tenda, meskipun sudah kurang lebih delapan bulan bencana berlalu," kata Danyonif 711/Rks Letkol Inf Fanny Pantouw, di Palu, Rabu.

Selain bhakti sosial pihaknya juga melakukan hal serupa di Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu.

"Berkat doa merekalah kami dapat sukses dan selamat di penugasan Pamrahwan Maluku 2018-2019, yang mana bulan Juli 2018, dua bulan sebelum terjadi bencana di Palu kami berangkat, dan baru bisa bertemu keluarga setelah purna Satgas bulan Juni 2019," katanya.

Fanny menjelaskan, Yonif 711/Raksatama adalah satuan yang berkedudukan di Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Tolitoli, dipercayakan berangkat penugasan ke Provinsi Maluku dan Maluku, dan kembali dengan selamat.

"Ungkapan syukur Purna tugas kami, kali ini tidak digelar dengan panggung prajurit, namun ucapan syukur kami, diwujudkan dengan berbagi suka di posko pengungsian dan Panti Asuhan," tandasnya.

Fanny mengaku senang dan keluarga korban di pengungsian pun juga senang dengan adanya bhakti sosial tersebut sehingga kehadiran mereka disambut baik oleh warga korban bencana di pengungsian Balaroa dan Panti Asuhan Baitul Rahim.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar