Warga protes tanam pisang di jalan transSulawesi di Luwuk

id Banggai,Jalan Rusak

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh SIk saat kerja bakti bersama warga dan personil Polri memperbaiki jalan rusak dengan pengecoran, Jumat (21/6). (Steven)

Pak gubernur sudah siapkan anggarannya dan saat ini tinggal menunggu waktu pengerjaan. Kondisi saat ini lagi hujan, tidak memungkinkan untuk dikerja. Oleh karena itu masih dipending perbaikannya
Luwuk (ANTARA) - Warga Desa Bantayan Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai memprotes pemerintah provinsi terkait rusaknya jalan trans Sulawesi di desa mereka dengan cara menanami  pohon pisang di tengah jalan.

Dampak penanaman pohon pisang di sejumlah titik jalan Trans Sulawesi di Desa Bantayan Kecamatan Luwuk Timur, Prihatin dengan aksi itu, Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh Sik akhirnya turun langsung bersama anggotanya memperbaiki sejumlah titik jalan tersebut dengan cara dicor sebagai penanganan darurat pada Jumat (21/6).

Melihat itikad baik dari Polres Banggai, masyarakat langsung ikut berbaur bersama 30 personil Polri yang tengah melakukan pengecoran jalan berlubang. Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh SIK, SH, MH, mengungkapkan sejatinya setiap Jumat agenda Polres Banggai adalah olahraga.

Namun, melihat adanya keluhan masyarakat terkait jalan rusak yang kian parah, maka Ia kemudian mengajak Kapolsek Luwuk dan personil untuk turun ke lapangan dan melakukan perbaikan.

“Makanya anggota saya masih menggunakan baju olahraga karena memang kami baru selesai berolahraga. Ini kami lakukan pemerataan dan pengecoran seadanya saja. Semoga bisa membantu masyarakat,” kata Moch Sholeh.

Ia mengatakan, sebelumnya masyarakat memrotes pemerintah terkat jalan rusak dengan menanam pohon pisang dan pohon kelapa sawit di ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Bantayan.

 Melihat kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah itu, Ia kemudian terenyuh dan langsung turun lapangan melakukan perbaikan sementara. Itu dilakukan untuk dapat meratakan jalan dan menghindarkan pengendara dari kecelakaan lalu lintas karena jalan rusak.

Diketahui, ruas jalan tersebut kerap tergenang air dikala hujan turun. Bahkan, belum lama ini beberapa kali mengalami banjir, sehingga ruas jalan yang rusak semakin parah.

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh memimpin langsung perbaikan didampingi Kapolsek Luwuk Kompol Salmon Anjeleti dan Kasat Sabhara Iptu I Nyoman Dunia.

Sementara itu, Kepala Desa Bantayan, Imran Datu Adam menjelaskan penanaman pohon pisang yang dilakukan warganya merupakan bentuk protes atas janji pemerintah terkait perbaikan jalan yang tak kunjung dilakukan.

Meski begitu, Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan telah dianggarkan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk perbaikan jalan dalam waktu dekat ini.

"Jadi penanaman pisang kemarin itu hanya merupakan salah satu reaksi warga yang protes atas kondisi jalan," terangnya. Terpisah, Asisten I Setda Banggai, Yudi Amisuddin menuturkan ruas jalan yang diprotes warga atas kerusakannnya tersebut merupakan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Banggai tidak bisa menganggarkan untuk perbaikannys.

"Pak gubernur sudah siapkan anggarannya dan saat ini tinggal menunggu waktu pengerjaan. Kondisi saat ini lagi hujan, tidak memungkinkan untuk dikerja. Oleh karena itu masih dipending perbaikannya," kata Yudi.

Yudi menjelaskan bahwa usulan perbaikan telah disetujui oleh pemerintah provinsi meskipun masih sebatas tambal sulam. Namun, setidaknya ruas jalan di wilayah Bantayan dan sekitarnya tak lagi berlubang. Ia berharap masyarakat bisa sabar menunggu perbaikan jalan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar