Kerajinan tas kulit ikan pari masuk pasar internasional

id kerajinan tas, kulit padi, lidia, berita medan, pasar mancanegara

Lidia tengah menunjukkan berbagai tas hasil kerajinannya yang berbahan dasar kulit ikan pari (Antara Sumut/Donny)

Proses pembentukan dan pengecatan disesuaikan dengan permintaan pelanggan karena sistem penjualannya melalui pre-order atau pesan terlebih dahulu
Medan (ANTARA) - Kerajinan tas tangan produksi rumahan berbahan dasar dari kulit ikan pari kian digemari oleh kaum hawa, bukan hanya dalam negeri namun juga mancanegara.

Pengrajin tas kulit ikan pari, Lidia di Medan, Rabu, mengatakan, produksi kerajinannya bukan hanya digemari di tanah air, namun juga sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Australia hingga kawasan timur tengah seperti Arab Saudi dan Qatar.

Harga tas dari kulit ikan pari itu dibanderol mulai dari ratusan ribu rupiah hingga 4 jutaan rupiah, sesuai dengan bentuk, ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan.

Perempuan 40 tahunan itu memulai bisnis pembuatan tas dari kulit ikan pari sejak tahun 2014 dan telah membuka toko di Jalan Bilal Ujung Medan yang khusus memajang koleksi tas tangan buatannya.

Dengan melibatkan sejumlah pekerja, tas tangan unik dari kulit ikan pari jenis diamond dan sisik ini dibuat dengan proses yang detil dan rapi.

Sehingga berkualitas ekspor yang tidak kalah dengan tas tangan bermerek asal Amerika Serikat maupun Eropa sekalipun.

Bahan baku yang didapat dari Pulau Jawa itu kemudian diolah dengan sejumlah proses, seperti pengecatan yang dilakukan dengan dua tahapan, lalu kulit yang sudah dijemur dan dicat dibentuk dan diukur sesuai dengan bentuk tas yang diinginkan.

Penjahitan kulit ikan pari yang bertekstur keras itu juga dilakukan dengan teliti sehingga terlihat rapi.

Walaupun menggunakan mesin jahit yang sederhana, namun pengerjaan dilakukan dengan profesional layaknya buatan tangan bertaraf internasional.

"Proses pembentukan dan pengecatan disesuaikan dengan permintaan pelanggan karena sistem penjualannya melalui pre-order atau pesan terlebih dahulu," katanya.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar