Polda Sulteng kembali fokus buru pelaku teror di Poso

id polda sulteng,mit,teroris

Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, saat memberi keterangan kepada wartawan, di Palu, Selasa. (Antara/Sulapto Sali).

Pascapengamanan pemilu damai, insya allah kita bisa konsentrari untuk memburu mereka," kata Kapolda Sulteng
Palu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga saat ini masih terus memburu sisa daftar pencarian orang (DPO) terduga kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang melakukan aksi terorisme di wilayah Kabupaten Poso.

"Sekarang kita lagi kejar mereka supaya cepat tertangkap, apalagi sekarang pascapengamanan pemilu damai sudah selesai dan insya allah kita bisa konsentrari untuk memburu mereka," kata Kapolda Sulteng, Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, kepada wartawan, di Palu, Selasa.

Kapolda katakan, tim Satgas Tinombala terus melakukan upaya-upaya dalam arti penegakkan hukum  yang di dalamnya ada upaya-upaya kepolisian secara preventif maupun secara intelijen untuk bisa mendeteksi keberadaan para terduga DPO. 

"Tentunya ini mengeliminir gerakan-gerakan mereka, dan sasarannya terutama di Poso, yang sekarang sudah mulai meluas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, termasuk wilayah Kabupaten Sigi,” jelasnya.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tim Satgas Tinombala dengan personel terdiri dari Polri-TNI menerapkan berbagai pola-pola strategi satuan tugas, lidik, preventif dan satuan tindak.

Kapolda juga akui, ada beberapa kesulitan dalam upaya pengejaran terduga kelompok sipil bersenjata ini, diantaranya cuaca, sehingga tidak maksimalnya kerja tim Satgas melakukan tugasnya.

"Kedua memang cakupan daerah operasi juga luas, gunung biru itu luasnya 6.000 kilometer persegi, olehnya, personel kita harus rajin dan harus tahan mental, tahan fisik karena cakupan luas itu tadi,” ujarnya.

Namun intinya itu tidak menjadi penghalang, kita harus berupaya untuk bisa memburu dan menangkap mereka,” tegas mantan waka Polda Kalimantan Timur tersebut.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar