Transaksi dalam Sulteng Expo meningkat tiga tahun terakhir

id Sulteng expo,pemprov sulteng,dinas penanaman modal,pameran sulteng

Transaksi dalam Sulteng Expo meningkat tiga tahun terakhir

Pengunjung memerhatikan sejumlah sarung Donggala yang dipamerkan pada Sulteng Expo 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/4/2019). Sarung Donggala hasil produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sempat terhenti akibat bencana tahun lalu, kini mulai diproduksi kembali sejalan dengan mulai kondisifnya ekonomi daerah itu. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat transaksi selama Sulteng Expo 2019 mencapai angka Rp23 miliar, naik dibanding Sulteng Expo tahun sebelumnya hanya Rp22 miliar.

Sulteng Expo merupakan ajang pameran produk unggulan sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan dan perikanan serta produk olahan lainnya yang dilaksanakan setiap tahun di Sirkuit Panggona, Eks MTQ Nasional di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Pada Sulteng Expo 2019 transaksi selama pelaksanaan pameran sampai tanggal 13 April 2019 mencapai Rp23 miliar," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulteng (DPM-PTSP), Christina Shandra Tobondo, di Palu, Senin.

Baca juga: Investor dalam-luar negeri tertarik berinvestasi di Sulteng

Shandra menjelaskan, Sulteng Expo menjadi salah satu wadah dan media penyemangat untuk memacu investasi demi pertumbuhan daerah. Ini sesuai tema Sulteng Expo 2019 yakni sinergitas memacu investasi untuk pertumbuhan daerah.

Lewat semangat tersebut, kata Shandra, pemerintah daerah dan swasta, dapat menciptakan keterpaduan yang harmonis antarasatu dengan yang lainnya dalam membangun daerah. 

Menghasilkan suatu karya pembangunan yang bermanfaat dan berkualitas yang tercermin pada pemerataan kesejahteraan rakyat serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi unggulan yang ada melalui peningkatan realisasi investasi.

Sulteng Expo 2019 diikuti 28 instansi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, 15 instasi pemerintah kabupaten dan kota, 20 instansi/perusahaan BUMN/BUMD, perbankan dan pihak swasta, serta empat perusahaan PMA/PMDN.

Kepala Bidang Promosi DPM-PTSP Sulteng, Irmawati Sahi, di Palu, Senin, mengemukakan, pameran itu dilaksanakan dalam rangka HUT Sulawesi Tengah, dengan tema sinergitas memacu investasi untuk pertumbuhan dan pemerataan.

Dia mengatakan Sulteng expo 2019 adalah event berskala nasional dan regional dengan menampilkan produk unggulan dan jasa layanan publik, potensi dan peluang investasi seluruh kabupaten dan kota, industri, perdagangan, pariwisata, dan produk unggulan yang dihasilkan oleh UMKM binaan pemerintah daerah maupun BUMN.

Baca juga: Pemprov Sulteng gencar promosikan potensi keunggulan daerah

Selain itu juga menyajikan informasi kinerja instansi tingkat provinsi, instansi vertikal, gelar seni dan budaya, kuliner serta panggung hiburan.

Irmawati mengatakan Sulteng Expo 2019 memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah maupun mitra kerja dari unsur dunia usaha, BUMN/BUMD, perbankan untuk turut berpartisipasi dalam mempromosikan potensi daerah masing-masing dan menginformasikan perkembangan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan bidang, tugasnya dan usahanya masing-masing.

Berdasarkan data DPM-PTSP, sebut Irmawati, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terhitung sejak 2017-2019, transaksi dalam Sulteng expo mengalami peningkatan. 

Pelaksanaan Sulteng expo 2017 tercatat nilai transaksi sebesar Rp18 milliar dan Sulteng Expo 2018 sebesar Rp22 miliar, kemudian 2019 nilai transaksi mencapai Rp23 miliar.

"Untuk itu pelaksanaan Sulteng Expo dibawah koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu terus berkomitmen untuk menyelenggarakan Sulteng Expo dengan sebaik-baiknya," kata Irma.

Baca juga: Sulteng Expo 2019 diharap jadi pintu masuk investasi
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar