Empat atlet Indonesia masuk final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

id panjat tebing,atlet indonesia,kejuaraan dunia panjat tebing

Atlet panjat tebing Indonesia Aspar Jaelolo beradu kecepatan pada nomor speed saat simulasi pra-Olimpiade di Arena Panjat Tebing Mandala Krida, DI Yogyakarta. Kamis (20/9/2019). Uji pertandingan antaratlet pelatnas panjat tebing tersebut untuk meningkatkan kemampuan menjelang kejuaraan dunia di Villars, Swiss dan Chamonix, Prancis pada Juli mendatang. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww

Ini memang target kami. Perjuangan yang berat di kualifikasi yang berjalan sangat mendebarkan
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak empat atlet Indonesia pelatnas prakualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 berhasil melaju ke putaran final nomor speed di Kejuaraan Dunia Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) yang digelar di Chamonix, Prancis, 11-13 Juli 2019.

Dikutip dari keterangan resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Jakarta, Jumat, keempat atlet tersebut adalah Aries Susanti Rahayu, Nurul Iqamah, Aspar Jaelolo dan Alfian M. Fajri.

Di babak kualifikasi putri, Aries Susanti Rahayu berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 7,885 detik. Nurul Iqmah menorehkan waktu 8,719 detik dan menempati peringkat 12.

Baca juga : Alfian M Fadjri juara dunia panjang tebing pada IFSC World Cup di China,


Sementara di sektor putra, Aspar Jaelolo merebut peringkat kesembilan dengan waktu 5,998 detik. Alfian M Fajri bertengger di posisi ke-15 dengan catatan waktu 6,174 detik.

"Ini memang target kami. Perjuangan yang berat di kualifikasi yang berjalan sangat mendebarkan," kata Manajer tim Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro.

Sementara, dua atlet lain yaitu Fitria Hartani dan Fatchur Roji belum berhasil masuk putaran final. Fitria menempati peringkat 53 dalam kualifikasi dengan catatan waktu 11,562 detik dan Fatchur Roji berada di peringkat 28 dengan catatan waktu 6,570 detik.

Menurut Pristiawan, khusus untuk Fitria, dia memang difokuskan untuk bermain di nomor lead dan boulder.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar