Kontingen tuna rungu Indonesia berpeluang rebut tiga emas di World Deaf Championship 2019

id World Dead Championship,Tholib, kejuaraan dunia, 2019, taiwan

Atlet disabilitas tuna rungu Indonesia saat berlaga di World Deaf Chamoionship 2019 di Taiwan. (ANTARA/Ist)

Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia yang berlaga di World Deaf Championship 2019 di Taiwan, berpeluang merebut tiga medali emas setelah menempatkan tiga wakilnya di putaran final bulutangkis, Senin.

"Alhamdulillah pebulu tangkis kami bisa melaju ke final untuk kategori youth (U-19), bahkan untuk tunggal putra sudah mengantongi medali emas sekaligus merengkuh gelar juara dunia," kata pelatih kepala Kontingen Indonesia Ghessa Salo melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Senin.

Ketiga wakil atlet tuna rungu Indonesia yang berlaga di final tersebut adalah pasangan Muhammad Nur Saliim Madek dan Ilyas Rachman Ryandhani berlaga di nomor ganda putera menantang Hritik Anand dan Kushagra dari India.

Selain itu, Indonesia juga menempatkan wakil di final ganda campuran melalui pasangan Ilyas Rachman Ryandhani dan Dzakiyya Amalia Maruf, yang akan menghadapi Hritik Anand dan Jerlin Jayarachagan dari India, sedangkan di nomor tunggal putra yang diwakili Ilyas Rachman Ryandahni sudah menyumbangkan satu medali emas setelan mengalahkan Chun Hei Lau (Hong Kong).

Ghessa mengatakan atlet binaannya memiliki peluang besar membawa pulang emas dari tiga nomor final yang diikuti.

"Mohon doanya hari ini final dan semoga bisa mendapatkan tiga medali emas," kata  Ghessa.

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar