Jumlah tersangka ricuh Mei bertambah sembilan orang lagi

id ricuh Mei

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (ANTARA/Dyah Dwi)

Satu kabar terbaru sudah ditangkap juga saudara YG di Ciamis yang juga merupakan provokator dari perbuatan itu
Jakarta (ANTARA) - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan jumlah tersangka kasus kericuhan 21-22 Mei 2019 bertambah sembilan orang dari 447 orang menjadi 456 orang.

Penambahan jumlah tersangka tersebut didasarkan pada bukti-bukti elektronik dengan dibantu aplikasi pengenalan wajah.

"Sembilan ini yang ditangkap berdasarkan bukti-bukti elektronik, lalu pendekatan face recognition," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Baca juga : Polisi tanggapi temuan Amnesty Internasional terkait pelanggaran HAM oleh Brimob

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan bukti elektronik, para tersangka diketahui merupakan pelaku penyerangan terhadap Asrama Brimob.

Ia menambahkan bahwa kebanyakan tersangka adalah warga dari luar Jakarta.

"Setidaknya ada delapan daerah yang menjadi sumber keberangkatan massa," katanya.

Baca juga :  Amnesty Internasional nilai polisi soal pengamanan kericuhan 2-22 Mei

Salah satu tersangka yang sebelumnya berstatus buronan contohnya tersangka berinisial YG yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat baru saja ditangkap karena diduga berperan sebagai provokator.

"Satu kabar terbaru sudah ditangkap juga saudara YG di Ciamis yang juga merupakan provokator dari perbuatan itu," katanya.

Ia menambahkan bahwa dari 456 orang tersangka, 207 orang di antaranya penahanannya ditangguhkan. 
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar